6 Alat Ukur Energi Listrik, Lengkap dengan Cara Kerja dan Kisaran Harganya!

Terdapat beberapa alat ukur energi listrik yang umumnya digunakan untuk mengetahui besaran listrik suatu rangkaian atau instalasi listrik. Selain itu, alat ukur energi listrik ini dapat mendeteksi besaran listrik yang mengalir, yaitu seberapa kuat arus listrik, hambatan listrik, daya listrik, dan lainnya.

Bentuk alat ukur energi listrik dapat sangat bervariasi, namun secara umum dibagi menjadi dua, yaitu digital dan analog. Perbedaan alat ukur energi listrik digital dengan analog terletak pada jenis alat ukur yang digunakan serta keakuratan datanya.

Alat ukur digital sudah dilengkapi dengan besaran listrik yang dapat diukur dalam bentuk angka pada LCD, sementara analog masih menggunakan jarum petunjuk. Perbedaan tersebut menjadikan alat ukur energi listrik digital jauh lebih digemari oleh sebagian besar penggunanya.

6 Alat Ukur Energi Listrik

Berikut beberapa alat ukur energi listrik yang umum digunakan untuk mengukur besaran energi listrik lengkap dengan cara kerja dan kisaran harganya:

  1. KWH Meter

KWH meter merupakan alat ukur energi listrik yang paling umum ditemui, terutama pada masing-masing rumah penduduk. PLN selaku penyedia jasa listrik menggunakan alat KWH Meter ini dengan cara menempelkannya ke dinding rumah.

KWH Meter akan didapatkan oleh setiap pengguna listrik yang berlangganan jasa listrik dengan PLN sehingga biaya pemasangannya akan sangat bergantung pada tarif layanan jasa tersebut, terutama untuk biaya pemasangan awal.

  1. Ohmmeter

Ohmmeter memiliki fungsi sebagai alat ukur energi listrik, terutama daya listrik dan tingkat resistensinya pada suatu instalasi listrik. Alat ini juga dipakai oleh para teknisi untuk mengetahui apakah terdapat saklar atau kabel yang terputus.

Cara kerja dari alat ini tergolong cukup rumit, yaitu pertama-tama dengan cara memutus daya dari instalasi listrik, memasukkan dua probe pada lubang meteran, mengatur meteran hingga posisi 0, memilih rangkaian yang hendak diuji, kemudian menghubungkan kedua probe pada masing-masing bagian ujung rangkaian, dan muncullah hasil pengukurannya.

Ohmmeter ini dapat dibeli dengan harga 40.000 sampai dengan ratusan ribu rupiah dan dapat diakses lewat toko online maupun datang langsung ke toko elektronik yang ada di setiap kota.

Baca juga: Berikan Dua Alasan Biogas Dapat Dijadikan Energi Alternatif, Teknologi Ramah Lingkungan yang Multifungsi

  1. Frekuensi Meter

Frekuensi Meter adalah alat ukur energi listrik AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik dengan cara mendeteksi seberapa banyak getaran yang terjadi dalam instalasi listrik per detik.

Adapun cara kerja dari alat ini adalah dengan menyiapkan Frekuensi Meter, stop kontak, kabel penghubung, dan lidah getar. Selanjutnya, cukup pasang kabel penghubung kepada dua colokan yang terdapat pada Frekuensi Meter, kemudian cek lidah getarnya dan hasil pengukuran akan muncul setelahnya.

Harga dari alat ini berada pada kisaran 150.000-500.000 dan bisa mencapai harga jutaan untuk jenis yang lebih kompleks dari segi pengukuran.

  1. Voltmeter

Para teknisi listrik menggunakan alat Voltmeter ini untuk mengetahui seberapa besar tegangan listrik dalam sebuah instalasi. Tegangan listrik sendiri memiliki fungsi sebagai sumber kekuatan atau tenaga listrik.

Voltmeter dipakai dengan cara memasangnya ke rangkaian listrik secara paralel dan menyesuaikannya dengan kutub Voltmeter. Kutub positif dari Voltmeter dipasangkan dengan potensial yang tinggi, dan kutub negatif berpasangan dengan potensial yang rendah.

Voltmeter digital saat ini sudah dapat dijangkau dengan harga yang murah meriah. Adapun harga yang dimaksud adalah antara 50.000 sampai dengan ratusan ribu rupiah dan dapat dibeli lewat toko online maupun offline.

  1. Ampere Meter

Ampere Meter adalah alat ukur energi listrik yang dapat mendeteksi arus listrik secara akurat. Ampere Meter ini sangat umum digunakan untuk mengukur arus bolak-balik atau Alternating Current (AC) pada sebuah benda elektronik.

Cara kerja dari alat ini cukup sederhana, yaitu hanya dengan memasangkannya secara seri ke dalam penghantar dan umumnya diletakkan pada bagian paling ujungnya.

Ampere Meter analog dibanderol dengan harga kisaran 80.000-150.000 bergantung pada ukuran dan kompleksitasnya. Sementara Ampere Meter digital memiliki harga yang jauh lebih mahal, yaitu sekitar 150.000 ke atas, bahkan bisa sampai jutaan rupiah.

  1. Multimeter

Alat ukur energi listrik terakhir yang akan diulas dalam artikel ini adalah Multimeter, yaitu alat multifungsi yang berfungsi untuk mendeteksi aliran arus listrik, daya listrik, tegangan, hambatan listrik, dan lainnya.

Multimeter tersedia dalam bentuk digital maupun analog, namun sangat disarankan untuk menggunakan versi digital karena cenderung lebih mudah dalam pemakaian dan lebih akurat dari segi pengukuran.

Multimeter dapat dibeli secara online maupun offline dengan rentang harga sekitar 60.000-500.000, tentunya ada beberapa merek Multimeter lainnya dengan harga yang lebih mahal. Namun tetap sesuaikan dengan jenis kebutuhan.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Air Menggerakkan Turbin dengan Energi Apa?

Demikian daftar alat ukur energi listrik yang dapat kamu temukan lewat toko online maupun offline, lengkap dengan cara kerja dan kisaran harga. Tentunya ada banyak sekali alat ukur energi listrik lainnya yang dapat kamu pakai, namun enam daftar di atas adalah yang paling banyak digunakan.

Originally posted 2023-05-10 13:35:22.