Alat yang Digunakan untuk Mengukur Energi Listrik dalam Rumah adalah?

Apakah kamu sedang mencari tahu terkait alat pengukur energi listrik di dalam rumah? Tenang saja karena jawabanmu ada dalam artikel ini.

Pencarian mengenai: “alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik dalam rumah adalah” merupakan yang paling banyak ditelusuri oleh para pengguna internet lewan mesin pencarian Google.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna sangat tertarik untuk mengetahui informasi mengenai alat tersebut.

Ayo segera simak penjelasan lengkap terkait pencarian: “alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik dalam rumah adalah” di bawah ini!

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Surya: Definisi, Cara Kerja, Komponen, dan Manfaatnya dalam Teknologi Berkelanjutan

Menjawab Alat yang Digunakan untuk Mengukur Energi Listrik dalam Rumah adalah

Jenis alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik dalam rumah adalah meteran listrik atau KWH meter.

Selain menjawab pertanyaan seputar “alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik dalam rumah adalah”, artikel ini juga akan menjelaskan secara lebih rinci mengenai apa itu meteran listrik atau KWH meter.

Selain meteran listrik atau KWH meter, ada alat ukur listrik lainnya seperti Ammeter, Voltmeter, Frekuensi meter, Ohmmeter, dan Multimeter. Berikut penjelasan lebih lanjutnya!

  1. Meteran Listrik atau KWH Meter

Adapun alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik dalam rumah adalah meteran listrik atau KWH meter. Dengan kata lain, alat ini digunakan sebagai pengukur energi listrik.

KWH meter merupakan singkatan dari KiloWatt-Hour meter yang berfungsi menangkap data dari sinyal arus dan tegangan.

Baca juga: Ternyata Begini Skema Cara Kerja Panel Surya dalam Menghasilkan Energi Listrik

  1. Ammeter

Ammeter adalah salah satu alat untuk mengukur energi listrik yang umumnya digunakan oleh para profesional listrik. Tidak lain adalah mengetahui arus listrik yang ada dalam rumah.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa alat ini umumnya digunakan oleh para profesional, yang mana berarti para tukang listrik dan insinyur listrik.

Pengukuran dengan alat Ammeter ini ditunjukkan sebagai A atau Amps. Ammeter daat mengukur arus rendah, arus tinggi, dan mampu mengukur dengan kedua polaritas.

  1. Voltmeter

Voltmeter digunakan untuk mengukur perbedaan tegangan listrik dari dua titik potensial listrik yang berbeda. Adapun pengukuran alat ini dinyatakan dalam beberapa satuan, yaitu milivolt (mV), voltmeter (V), dan kilovolt (kV). Sayangnya, Voltmeter ini hanya dapat mengukur voltase saja.

Voltmeter dibagi menjadi dua jenis, yaitu analog dan digital. Sesuai dengan namanya, analog masih menggunakan beberapa instrumen seperti besi, alat induksi, dan jenis daya tarik. Sementara digital sudah lebih modern dan dilengkapi dengan tampilan LCD.

  1. Frekuensi meter

Frekuensi meter merupakan alat yang dipakai dalam mengukur seberapa kuat frekuensi yang masuk ke rangkaian listrik. Frekuensi meter juga dapat diartikan sebagai pengukuran terhadap seberapa banyak gelombang atau getaran listrik dalam setiap detiknya.

Pengukuran dengan frekuensi meter ini hanya berfungsi pada arus Alternating Current (AC) atau arus bolak-balik sementara Direct Current (DC) atau arus searah tidak memiliki besaran frekuensi.

Para penyedia layanan listrik seperti PLN biasanya menggunakan alat ini untuk mengetahui adanya perubahaan frekuensi listrik, yang mana bertujuan untuk memonitor frekuensinya agar tetap sesua dengan batas yang telah ditentukan menurut alat listrik yang didukungnya.

  1. Ohmmeter

Ohmmeter ialah alat untuk mengukur jumlah listrik yang dihasilkan dari suatu gerakan pergeseran. Gerakan yang dimaksud adalah pergeseran ketika sebuah elektron berhasil melewati penghantar listrik atau hambatan listrik.

Hambatan listrik memiliki satuan berupa Ohm, yang mana sejalan dengan Hukum Ohm bahwa arus listrik pada suatu rangkaian akan selalu berbanding lurus dengan jumlah tegangannya.

Alat ini mempunyai fungsi yang sangat spesifik, yaitu mengukur Ohm atau hambatan listrik pada sebuah konduktor, mampu melihat besarnya arus listrik karena menggunakan perangkat berupa galvanometer.

  1. Multimeter

Multimeter disebut juga sebagai multitester karena fungsinya dapat mengukur lebih dari satu besaran listrik. Alat ini digunakan untuk mengukur besaran hambatan atau resistansi, arus listrik, dan tegangan listrik. Berkat hal tersebut, multimeter menjadi akrab dengan singkatan AVO (Ampere, Volt, dan Ohm) meter.

Sesuai dengan namanya, alat ukur ini mampu mengukur semua jenis arus. Baik itu arus searah maupun arus bolak-balik. Keduanya pun memiliki cara kerjanya masing-masing.

Multimeter dibagi menjadi dua jenis, yaitu analog dan digital. Multimeter analog lebih banyak dipakai dalam konteks sehari-hari karena lebih sederhana dan mudah dipahami.

Sementara itu, multimeter digital mempunyai tingkat keakuratan yang tinggi dibandingkan analog. Jenis ini banyak digunakan untuk kebutuhan ekspert seperti para peneliti atau jenis pekerjaan yang butuh akurasi pengukuran tinggi.

Baca juga: Mengenali 6 Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan, Solusi Terkini dalam Menciptakan Bumi yang Sehat

Demikian penjelasan mengenai alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik lengkap dengan rincian informasi dalam setiap alatnya.

Kesimpulannya, alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik dalam rumah adalah sangat bervariasi, di antaranya adalah meteran listrik atau KWH meter, Ammeter, Voltmeter, Frekuensi meter, Ohmmeter, dan Multimeter.

Originally posted 2023-05-09 03:30:51.