Hubungan Air dan Pembangkit Listrik Serta Bagaimana Cara Memanfaatkan Energi Air Menjadi Pembangkit Listrik

Air merupakan suatu zat yang tersusun atas hidrogen dan oksigen serta didapatkan secara luas di bumi. Keberadaan air dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menghasilkan listrik. Lalu bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik.

Pada penjelasan ini akan dijelaskan beberapa pembahasan, mulai dari mengetahui hubungan air dengan pembangkit listrik serta mengetahui bagaimana cara air bisa bekerja untuk dapat menghasilkan energi listrik yang bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari. Berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai hubungan air dan pembangkit listrik serta cara air menghasilkan listrik.

Baca juga: Pengertian, Contoh dan Alasan Mengapa Perlu Energi Alternatif

Hubungan Air dan Pembangkit Listrik

Selain tersusun atas hidrogen dan oksigen air juga dapat ditemukan dalam bentuk cair. Tidak hanya dalam bentuk cair saja ternyata air juga dapat ditemui dalam bentuk gas, dan padat. Setelah mengetahui pengertian air lalu bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik?.

Sebelum mengetahui bagaimana air dapat menghasilkan listrik ada baiknya mengerti terlebih dahulu mengenai apa itu pembangkit listrik. Secara umum pembangkit listrik merupakan serangkaian peralatan yang bekerja sama untuk dapat memproduksi tegangan listrik dan merubahnya menjadi energi listrik yang siap dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Keberadaan pembangkit listrik ada banyak jenisnya, salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pembangkit listrik jenis ini adalah pembangkit listrik yang menggunakan energi dari air yang mengalir dan kemudian akan menggerakan generator listrik yang akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik.

Bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik agar dapat menciptakan energi alternatif berbahan sumber energi terbarukan. Tentu saja dengan memanfaatkan air dan pembangkit listrik.

Kedua media ini jika dihubungkan maka akan menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan serta tidak akan menghasilkan emisi karbon atau gas beracun lainnya. Hubungan air dengan pembangkit listrik ada pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Baca juga: Pengertian Penginderaan Jarak Jauh Yang Menggunakan Tenaga Matahari Disebut Dengan Penginderaan Jauh Sistem Pasif dan Contohnya

Dengan adanya air maka PLTA akan beroperasi dengan semestinya dan bila tidak ada air PLTA tidak dapat beroperasi dan tidak akan menghasilkan listrik. Itulah sedikit penjelasan mengenai bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik.

Selain itu dengan adanya hubungan kerjasama antara air dan pembangkit listrik yang menghasilkan keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ini juga akan menjadi sarana wisata ramah lingkungan yang akan menarik wisatawan.

Dengan dibangunnya PLTA pastinya akan dibangun juga waduk sebagai media utama menampung air agar kemudian bisa dialirkan untuk dapat menggerakan generator. Waduk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata dengan tetap menjaga lingkungan sekitar agar bersih dan nyaman.

Tidak hanya tentang wisata saja, berkat hubungan air dan pembangkit listrik serta bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik tersebut juga akan menjadi tempat penelitian bagi instansi-instansi terkait seperti kampus dan lainnya.

Tentu saja penelitian tersebut dilakukan untuk dapat meneliti lebih jauh mengenai pembangkit listrik tenaga air serta melakukan pengembangan demi pengembangan pada sistem yang telah ada sebelumnya.

Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan energi yang berasal dari air agar kemudian bisa diubah menjadi listrik dapat dipahami pada penjelasan berikut ini.

Bagaimana Cara Memanfaatkan Energi Air Menjadi Pembangkit Listrik

Pemanfaatan air menjadi pembangkit listrik sangatlah cocok dilakukan, selain ramah akan lingkungan dan tidak menghasilkan emisi karbon persediaan air di bumi juga melimpah. Keberadaan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA terdiri atas empat jenis.

Jenis pertama dari PLTA adalah Pikohidro dimana jenis ini merupakan jenis dengan hasil produksi listrik terendah PLTA dengan hanya sekitar 5 kW. Jenis kedua adalah Mikrohidro jenis ini merupakan jenis dengan rentang produksi listrik berada di angka 5 kW sampai 100 kW.

Baca juga: Pengertian PLTA, Komponen, dan Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air

Jenis ketiga adalah Minihidro dimana jenis ini dapat menghasilkan energi listrik sekitar 101kW hingga mencapai 1 MW (Megawatt). Sedangkan jenis PLTA terakhir adalah bendungan atau DAM yang dapat memproduksi listrik lebih dari 100 MW (Megawatt).

Langkah berikutnya adalah bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik adalah dengan menggunakan peralatan yang erat kaitannya dengan listrik dan kinetik. Peralatan yang dimaksud tersebut adalah generator.

Penjelasan mengenai bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik dimulai dari adanya air mengalir di sungai atau di bendungan PLTA. Proses berikutnya adalah dengan adanya air mengalir tersebut ini dapat menjadi solusi untuk menggerakan turbin.

Dengan letak turbin yang berada di air mengalir tersebut maka secara langsung turbin akan berputar. Lalu turbin generator yang berputar tersebut akan menghasilkan listrik pada generator. Perubahan energi gerak pada turbin menjadi energi listrik dilakukan oleh generator. Sedangkan energi mekanik yang ada di turbin dihasilkan oleh air yang mengalir.

Demikianlah penjelasan mengenai bagaimana cara memanfaatkan energi air menjadi pembangkit listrik. Dengan mengetahui bagaimana cara air bisa menghasilkan listrik maka sudah sepatutnya energi air tersebut bisa dimanfaatkan sebagai media utama menggerakan generator dan mulai menghasilkan listrik lebih banyak dengan PLTA.

Originally posted 2023-03-14 14:12:48.