Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besar Energi Listrik adalah?

Artikel ini akan menjawab pertanyaan seputar faktor apa saja yang dapat berpengaruh terhadap besarnya energi listrik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi besar energi listrik adalah seperti penjelasan yang ada di bawah ini.

Seperti biasa, sebelum mengetahui faktor-faktornya alangkah lebih baik jika membahas terlebih dahulu tentang apa itu energi listrik dan bagaimana cara mendapatkannya melalui sumber-sumber tertentu agar penjelasan tentang pertanyaan: “faktor-faktor yang mempengaruhi besar energi listrik adalah” dapat tersampaikan dengan baik.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia, Sumber Utama dalam Menghasilkan Energi Listrik

Energi Listrik dan Sumbernya

Listrik pertama kali ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1879 dan para ilmuwan lainnya berhasil mengembangkan energi listrik dan memanfaatkannya untuk berbagai hal.

Energi listrik berbentuk arus dan tegangan listrik, yang mana keduanya dapat diubah menjadi energi listrik dan memanfaatkannya untuk berbagai keperluan seperti menyalakan TV, ponsel, dan barang elektronik lainnya yang umum digunakan oleh masyarakat saat ini.

Energi listrik adalah jenis energi yang dimanfaatkan untuk mengoperasikan beberapa alat atau perangkat elektronik. Energi listrik inii didapatkan melalui berbagai sumber. Beberapa sumber energi listrik yang dapat dimanfaatkan adalah sebagai berikut:

  1. Air

Sumber energi listrik yang dapat dimanfaatkan adalah aliran air. Di antaranya adalah aliran air sungai, air terjun, maupun laut. Jenis pembangkit ini menggunakan energi potensial dan kinetik air sebagai sumber utama dalam menghasilkan energi listrik.

  1. Angin

Sumber energi listrik yang berasal dari angin ini menggunakan alat berupa kincir angin, di mana angin akan menggerakkan kincir angin itu dan menghasilkan energi kelistrikan. Artinya, semakin cepat kekuatan angin akan berbanding lurus dengan jumlah energi listrik yang dihasilkan.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia, Sumber Energi Terbarukan dengan Kelebihan dan Kekurangannya

  1. Matahari

Sumber energi listrik dari matahari adalah menggunakan sinar matahari sebagai sumber kelistrikan. Sinar matahari tersebut dapat diarahkan pada sebuah panel surya dan mengkonversikannya menjadi energi listrik.

  1. Nuklir

Nuklir dikenal dengan singkatan PLTN atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Disebut demikian karena jenis pembangkit ini menggunakan daya thermal dan beberapa reaktor nuklir sebagai sumber energinya.

Sumber energi nuklir ini berasal dari uranium yang dapat dioleh menjadi energi listrik. Menurut pada ahli, 100 kilogram uranium akan mampu menyalakan lampu berdaya 100 Watt dalam kurun waktu 180 tahun.

  1. Batu Bara

Sumber energi listrik yang didapatkan dari batu bara akrab disebut sebagai jenis pembangkit listrik tenaga uap, di mana produksinya melibatkan proses pembakaran dan dapat berisiko terhadap kerusakan lingkungan seperti polusi udara.

Rumus Energi Listrik

Secara garis besar, faktor-faktor yang mempengaruhi besar energi listrik adalah berkaitan dengan rumus besar energi, yaitu E = V x l x t.

Rumus tersebut memiliki keterangan khusus, simbol E digunakan untuk besar energi listrik (J), V adalah beda tegangan listrik yang disebut dengan Volt (V), I adalah kuat arus listrik dalam satuan Ampere (A), dan terakhir adalah simbol t yang berarti lama waktu yang digunakan dengan satuan detik atau second (s).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besar Energi Listrik adalah

Setelah mengetahui rumus energi listrik, maka dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi besar energi listrik adalah berhubungan besarnya energi listrik (E), tegangan listrik (V), arus listrik (I), dan waktu penggunaan (t).

  1. Tegangan Listrik

Tegangan listrik merupakan salah satu bagian penting dalam menghasilkan energi kelistrikan. Energi listrik yang didapatkan selalu berkenaan dengan jumlah tegangan listriknya.

Dengan kata lain, jumlah tegangan listrik berpengaruh besar terhadap energi listrik yang dihasilkan.

  1. Arus Listrik

Arus listrik disebut sebagai muatan listrik, yang mana ia mengalir dalam satuan waktu tertentu. Arus listrik yang semakin kuat mengidentifikasikan banyaknya muatan listrik.

Hubungan antara arus listrik dengan muatan listrik juga sangat signifikan, di mana semakin besar arusnya maka akan semakin besar pula muatan listrik yang berhasil diproduksi.

  1. Waktu Penggunaan

Dalam konteks ini, faktor-faktor yang mempengaruhi besar energi listrik adalah seberapa lama waktu penggunaannya. Hal ini disebabkan oleh besarnya energi listrik sejalan dengan waktu listrik mengalir.

Artinya, semakin lama waktu penggunaannya akan berbanding lurus dengan kekuatan listrik atau besaran energi listrik yang dihasilkan. Dengan kata lain, arus listrik yang dibiarkan menyala dalam kurun waktu lama akan menghasilkan jumlah energi yang besar.

  1. Besar Daya Listrik

Besar energi listrik yang dihasilkan berkenaan dengan jumlah daya listriknya. Daya listrik disebut sebagai energi listrik yang dapat dihasilkan maupun diserap dalam suatu perangkat listrik.

Oleh karena itu, perangkat yang memiliki daya listrik besar akan berpengaruh pada besarnya energi listrik yang dihasilkan.

Baca juga: Berikan Dua Alasan Biogas Dapat Dijadikan Energi Alternatif, Teknologi Ramah Lingkungan yang Multifungsi

Dengan demikian, faktor-faktor yang mempengaruhi besar energi listrik adalah tegangan listrik, arus listrik, waktu penggunaan, dan besar daya listrik. Keempat faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain karena berhubungan dengan rumus energi listrik, yaitu tegangan listrik (V) x arus listrik (I) x waktu (t).

Originally posted 2023-05-10 13:34:35.