Komponen Dasar Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah menjadi program pemerintah dalam manghasil energi listrik. Potensi sinar matahari yang tidak pernah habis, menjadi alasan utama bagi Indonesia dalam pengembangan menjadi lebih baik lagi. Salah satu jenis PLTS yang mulai berkembang ialah PLTS Atap.
Sistem teknologi yang dimiliki oleh PLTS pada umumnya sama. Namun perbedaannya ialah pada jumlah energi listrik yang dihasilkan, lokasi, kapasitas listrik, serta pihak pengelola. Adapun rancangan komponen dasar pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus memiliki panel surya, solar charge controller(SCC), inverter, baterai tenaga surya, serta peralatan lengkap lain. 
AVvXsEgnfummYu7HFAecUx NN1FDhuUxclHdsb4tybVKx geXZoBzs e8Uq u1dzzCeHZTO7MDEO0UCIjpdgoICepVeVN8OPvs vCFhUzbFBzzR2r4jTW3pevl5KmTYe0gvKNP1YrsZCO55GjaLEaXt931YXAbK8nK1b5oDWyhFDfLyRVAM89d81RbyrwS5S=w640 h366

Modul Surya atau Panel Surya 

Fotovoltaik merupakan sel yang dapat mengubah sinar matahari dari alam menjadi energi listrik. Secara garis besar fotovoltaik ini memiliki dua jenis bahan yang tidak sama, kemudian terhubung pada bidang junction. Proses kerjanya sinar matahari yang terik pada saat pagi sampai sore hari akan tertangkap pada permukaan fotovoltaik. 
Selanjutnya sinar tersebut akan diubah menjadi arus listrik satu arah. Adapun pada kebutuhan energi listrik atau daya yang besar, makan memerlukan sel surya yang lebih banyak. Penggabungan sel surya pada panel surya disebut dengan modul surya. 
Terdapat dua jenis modul surya yang dapat anda pilih yaitu crystalline silicon dan thin film. Pada aplikasi dilapangan jenis crystalline silicon memiliki tingkat efisiensi sekitar 14-16%. Sedangkan pada jenis thin film, secara garis besar memiliki efisiensi 6,5-8%.
Oleh karena itu, pemanfaatan lahan untuk memasang modul surya crystalline silicon lebih kecil dari pada jenis thin film. Modul surya yang sering terlihat ialah memiliki ukuran 80 daya peak (Wp) sampai 300 Wp dalam satu modul. Jumlah pemasangan tersebut tergantung kebutuhan besar energi listrik listrik.
AVvXsEgru5CWz K4YoVMi kbKAgwq7NYPS5zHD4BJ Qz2Bc59jZYq8o4k1HEyIyjREPAB5TEyV vFFIpYsecHAapE5FOg wUe4tyGcHesuXBV7FTZk1lt44POPNtwIQ4DSIMO J1uOKkQA2R7n8uWgOra6NriUllf4h Bkhde74wKOl3pNp Dm2dJVrKlEu6=w640 h344
Pada saat pemasangan modul surya, maka dapat diatur tegangan dan arus sesuai keingginan. Aturlah modul surya secara berderet (string), jika membutuhkan tegangan sesuai keinginan. Ketika menginginkan daya atau arus, maka posisikan string modul surya berbentuk paralel. Kemudian tegangan dan arus dapat diatur menggunakan inverter.

Solar Charge Controller (SCC) 

AVvXsEgHbLbx s4Us v8BtyKLx 2Pxn8YvBQsQZUV7Djvlkpvvju6Vm1tVLI47XAZfCL3MHTX184lGlLffqQqD2OjNFLe3diBwJW yBh3LQDi3lcIonUXWkXr eU7tq2rWtVbny1K zHZmvB6EHph7XMwovYJ6X MzhnKwETKovArTcyagyoj93EPt3b1t9O=w640 h360
Charge Controller merupakan bagian penting yang memiliki fungsi sebagai pengatur muatan yang keluar dan masuk pada baterai. Bagian ini sangat penting, supaya baterai dapat bekerja secara optimal dan tahan lama. Sehingga mengurangi biaya perawatan panel surya, maupun kerusakan baterai. 
Secara umum charge controller mengatur tegangan serta arus yang akan memasuki baterai ataupu inverter. Alat ini sama gunanya seperti stabilizer pada alat ektronik rumah tangga. Jika tidak dilakukan stabilisasi, maka energi listrik dari modul surya akan masuk dengan muatan yang tidak stabil. Sehingga meningkatkan resiko kerusakan.

Inverter 

Inverter memiliki fungsi yang sangat penting dalam PLTS, yaitu mengubah arus listrik dari searah (DC) menjadi bolak balik (AC). Dengan bantuan inverter, membuat energi listrik yang mengalir menjadi konstan. Sehingga dapat digunakan pada kebutuhan energi listrik harian, atau tersambung dalam jaringan PLN.
Sistem pada inverter yang menjadi tolak ukur PLTS tersebut layak digunakan atau tidak. Pada saat ini semua inverter yang tersedia di Indonesia, telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam bidang kelistrikan. Beberapa tips dalam menentukan inverter untuk PLTS ialah sebagai baerikut:
  • Kapasitas inverter, harus mampu mengurus beban daya secara rata-rata. Penghitungan kapasitas inverter yang digunakan dengan 1,3 dikalikan beban puncak.
  • Tegangan masukan inverter, berguna mencegah kerusakan PLTS akibat tegangan yang besar atau terlalu kecil.
  • Arus masukan inverter, pada saat sinar matahari sedang terik biasanya aru listrik juga akan meningkat.sehingga perlu inverter yang mampu membuat arus menjadi stabil.
  • Inverter sinus murni, merupakan pilihan yang terbaik untuk mendapatkan sumplai dari segala jenis beban.
  • Jenis inverter dengan sistem Insulated-Gate Bipolar Transistor (IGBT) sangat disarankan.
  • Sanggup bekerja dalam kondisi suhu sangat tinggi 45 derajat celsius.
Jadi, setelah mendapatkan tips memilih inverter dengan baik dan tepat. Seharusnya sistem pembangkit listrik tenaga surya tersebut mampu beroperasi secara optimal. Selain itu, PLTS dapat bertahan lama dengan perawatan minimal. Sehingga membuat biaya prbaikan PLTS menjadi lebih sedikit.

Baterai Penyimpanan

Sistem teknologi PLTS mengharuskan memolii komponen penyimpan energi listrik yaitu baterai. Yang mana, baterai tenaga surya sendiri memiliki berbagai jenis dan kapasitas. Pilihan beterai sendiri tergantung dari kebutuhan energi listrik serta kapasitas panel surya yang tersedia. Semakin besar kapasitas baterai, maka jumlah energi yang tertapung juga lebih banyak.
Teknologi pada sistem baterai biasanya memiliki jenis seperti lead acid, alkalin, Ni-Fe, Ni-Cad dan Li-ion. Harga dan ketahanan menjadikan perbedaan pada setiap jenis baterai tersebut. Namun baterai tipe deep cycle lead acid menjadi pilihan terbaik dalam komponen pembangkit listrik tenaga surya.
Komponen baterai merupakan salah satu pengeluaran terbesar dalam memasang PLTS. Oleh karena itu, pilihlah baterai yang berkualitas tinggi serta cara pemakaian yang baik dan benar. Sehingga baterai dapat beroperasi secara optimal sesuai dengan standar pabrik. 
Kapasitas baterai berbeda-beda, jika kapasitas lebih besar makan harga yang ditawarkan juga lebih besar. Cara menghitung kapasitas baterai ialah anda harus memiliki nilai kapasitas baterai dalam satuan ampere hour (Ah), serta tegangan listrik pada baterai volt (V). 
Apabila anda memiliki baterai dengan spesifikasi 12 V 200 Ah, maka kapasitas daya energi listrik baterai sebesar 2,4 kilo watt hour (kWh). Jika anda bungung, maka dapat mengikuti rumus pada gambar di atas. 

Peralatan lainnya 

Dalam melakukan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya selain menggunakan komponen utama, anda juga harus menggunakan komponen tambahan. Adapaun komponen tersebut seperti kabel, koneksi, mounting bracket, sensor temperatur, serta peralatan penunjang lainnya.
Jadi, setelah mengulas panjang terkait komponen dasar pembangkit listrik tanaga surya (PLTS). Seharusnya anda telah mengetahui bagian komponen utama serta komponen tambahan. Selain itu anda juga telah mengerti fungsi dari setiap komponen. Dalam PLTS komponen utama wajib tersedia dengan kapasitas yang sesuai.
Yang mana, dapat mengawetkan masa kerja PLTS tersebut. Apabila PLTS dalam skala rumah tangga, maka biaya listrik yang dikeluarkan juga lebih ringan. Serta biaya perbaikan pembangkit listrik ini menjadi berkurang.

Originally posted 2022-01-05 03:47:00.