6 Alasan Mengapa Angin Disebut Energi Terbarukan

Pernahkah berpikir mengapa angin disebut energi terbarukan? Ternyata ada beberapa fakta menarik dibalik alasan tersebut.

Jika penasaran mengenai alasan mengapa angin disebut energi terbarukan, simak penjelasan lengkapnya di dalam artikel ini hingga bagian akhir. Dengan memahaminya, akan didapatkan kesimpulan mengenai alasan angin sebagai energi terbarukan.

Baca juga: 6 Teknologi Ramah Lingkungan Bidang Transportasi

Apa itu Energi Terbarukan?

Sebelum membahas tentang mengapa angin disebut energi terbarukan. Perlu diketahui terlebih dahulu apa itu energi terbarukan.

Energi terbarukan merujuk pada sumber energi yang berasal dari proses alam yang terus menerus diulang dan tidak dapat habis dalam jangka waktu yang dapat diperkirakan manusia. Sumber-sumber ini mendapatkan kekuatannya dari alam: matahari, angin, air, dan panas bumi.

Berbeda dengan bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas alam, yang dapat habis dan meninggalkan jejak karbon yang signifikan, energi terbarukan hampir tidak memiliki emisi dan memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih kecil.

Pemanfaatan energi terbarukan menjadi kunci dalam upaya global menghadapi perubahan iklim dan memastikan pasokan energi yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan, energi terbarukan semakin mendapatkan tempat di panggung global sebagai solusi masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Alasan Mengapa Angin Disebut Energi Terbarukan

Di balik pertanyaan mengapa angin disebut energi terbarukan, ada setidaknya enam alasan untuk menjawabnya. Tentu saja, alasan ini berkaitan dengan angin sebagai sumber energi yang tidak terbatas dan tidak akan pernah habis.

  1. Sumber Alamiah dan Berkelanjutan

Angin merupakan fenomena alami yang terbentuk dari perbedaan tekanan dan suhu di atmosfer Bumi. Manusia tidak perlu menciptakan angin karena sudah tersedia secara tidak terbatas di alami sekitar.

Dengan begitu, angin termasuk sumber alami sekaligus berkelanjutan karena tidak akan pernah habis. Fakta inilah yang menjadikan alasan kuat mengapa angin disebut energi terbarukan.

  1. Tidak Menghabiskan Sumber Daya

Alasan mengapa angin disebut energi terbarukan berikutnya adalah tidak menghabiskan sumber daya itu sendiri. Alasan kuat ini menjadikan angin sebagai sumber daya tak terbatas yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Saat memanfaatkan energi angin melalui turbin, maka sebenarnya tidak “mengkonsumsi” atau “menghabiskan” angin, karena angin akan selalu ada. Turbin angin hanyalah mengkonversi energi kinetik yang dimiliki oleh angin menjadi energi listrik.

Meskipun ada ribuan turbin angin yang beroperasi, ini tidak akan mengurangi jumlah atau kecepatan angin di Bumi. Justru, adanya turbin angin sebagai jenis pembangkit listrik bisa menjadi solusi terbaik dalam menciptakan energi listrik alternatif.

  1. Tanpa Emisi

Salah satu keuntungan utama dari energi angin adalah kebersihannya. Inilah yang juga menjadi alasan mengapa angin disebut energi terbarukan. Ketika turbin angin menghasilkan listrik, tidak ada polutan yang dilepaskan ke atmosfer.

Dalam era di mana perubahan iklim menjadi perhatian global, penggunaan sumber energi bersih seperti angin sangat penting. Ini berkontrast dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang memancarkan gas rumah kaca dan zat polutan lainnya, berkontribusi pada pemanasan global.

  1. Daur Ulang

Turbin angin dirancang dengan perhatian terhadap keberlanjutan dan efisiensi. Setiap bagian dari turbin, mulai dari bilah hingga komponen internalnya, dibuat dengan bahan yang dipilih secara khusus agar tahan lama dan efisien.

Namun, seperti semua peralatan industri, turbin angin memiliki batas umur operasional. Saat ini, industri energi angin telah memperhatikan pentingnya daur ulang dalam siklus hidup produk mereka.

Bahan seperti baja, yang merupakan salah satu bahan utama dalam konstruksi turbin, adalah salah satu bahan paling mudah didaur ulang di dunia. Demikian juga dengan tembaga, yang digunakan dalam generator dan komponen lainnya.

Oleh karena itu, menggunakan turbin angin ini memiliki dua kelebihan utama. Pertama, mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru, yang dapat mengurangi dampak lingkungan dari penambangan dan pemrosesan.

Kedua, daur ulang komponen turbin angin memastikan bahwa limbah industri diminimalkan. Dengan begitu, dapat mengurangi beban pada tempat pembuangan akhir dan mengurangi jejak ekologis dari seluruh industri.

  1. Reduksi Ketergantungan Bahan Fosil

Di seluruh dunia, bahan bakar fosil masih mendominasi sebagai sumber energi primer. Namun, cadangan bahan bakar fosil terbatas dan penambangannya seringkali menimbulkan kerusakan lingkungan.

Dengan memanfaatkan energi angin, maka memperluas keranjang sumber energi yang ada dan mengurangi tekanan pada sumber daya fosil.

Berbeda dengan bahan bakar fosil yang merusak alam, turbin angin tidak melibatkan proses pembakaran apapun sehingga tidak menyebabkan polusi udara. Dengan demikian, sudah jelas mengapa angin disebut energi terbarukan.

  1. Konservasi Air

Air adalah sumber daya berharga baik bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya. Pembangkit listrik berbasis batu bara atau nuklir biasanya memerlukan jutaan liter air untuk pendinginan. Sementara energi angin, tidak memerlukan satu tetes pun air, sehingga membantu menjaga ketersediaan air.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi: Cara Kerja, Jenis, dan Tantangannya

Kesimpulannya, alasan mengapa angin disebut energi terbarukan adalah karena berasal dari proses alam yang terus-menerus dan tak terbatas. Adanya teknologi seperti turbin angin dapat memanfaatkan kekuatan ini untuk menghasilkan listrik tanpa menghasilkan emisi sehingga termasuk energi berkelanjutan.

Originally posted 2023-09-01 11:00:11.