4 Alasan Mengapa Biomassa Dikatakan Energi Terbarukan

Biomassa berasal dari energi nonfosil, itulah mengapa biomassa dikatakan energi terbarukan. Akan tetapi, tidak banyak yang mengetahui alasan utama di balik keterkaitan biomassa dengan energi terbarukan.

Oleh karena itu, artikel kali ini akan menjelaskan mengenai beberapa alasan mengapa biomassa dikatakan energi terbarukan. Lengkap juga dengan jabaran penting masing-masing alasannya serta bagaimana biomassa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Apa yang Dimaksud Biogas Kotoran Sapi, Cara Membuat, dan Manfaatnya

Alasan Mengapa Biomassa Dikatakan Energi Terbarukan

Alasan mengapa biomassa dikatakan energi terbarukan karena sumbernya berasal dari materi organik yang dapat tumbuh dan diperbaharui setiap tahunnya. Berikut beberapa alasan mengapa biomassa dikatakan energi terbarukan:

  1. Siklus Tumbuh

Biomassa merujuk pada bahan organik yang berasal dari makhluk hidup, terutama tumbuhan, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Salah satu keunggulan utama dari biomassa adalah sifatnya yang dapat diperbaharui.

Tanaman, khususnya jenis-jenis seperti pohon dan tanaman energi, memainkan peran sentral dalam produksi biomassa. Hal ini yang menjadikan biomassa sebagai sumber energi yang berkelanjutan adalah kemampuan tanaman untuk tumbuh kembali setelah dipanen.

Dalam prakteknya, setelah tanaman seperti pohon atau tanaman energi lainnya dipanen untuk dijadikan sumber energi, area yang sama dapat ditanami kembali dengan bibit tanaman yang sama. Artinya, lahan tersebut tidak kehilangan fungsinya sebagai produsen biomassa, dan siklus produksi energi dari biomassa dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ketika tanaman tumbuh, tanaman mampu menyerap karbon dioksida dari atmosfer melalui proses fotosintesis, yang kemudian disimpan dalam bentuk biomassa. Ketika biomassa ini digunakan sebagai bahan bakar, misalnya dibakar, karbon dioksida yang sebelumnya diserap oleh tanaman akan dilepaskan kembali ke atmosfer.

Namun, karena tanaman baru ditanam untuk menggantikan yang telah dipanen, karbon dioksida yang dilepaskan akan kembali diserap oleh tanaman yang tumbuh. Dengan demikian, siklus karbon dalam penggunaan biomassa sebagai energi cenderung menjadi netral.

Siklus berkelanjutan ini memberikan keuntungan ganda. Pertama, keberlanjutan sumber daya energi terjamin dengan adanya siklus tanam dan panen yang dapat diulang. Kedua, sistem ini mendukung keseimbangan karbon di atmosfer, yang berkontribusi dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

  1. Karbon Netral

Saat tanaman tumbuh, tanaman mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer. Ketika biomassa dibakar atau difermentasi untuk menghasilkan energi, CO₂ yang diserap oleh tanaman selama pertumbuhannya akan dilepaskan kembali ke atmosfer.

Dengan demikian, jika tanaman ditanam kembali, siklus karbon menjadi netral; artinya, jumlah CO₂ yang dikeluarkan saat pembakaran biomassa sebanding dengan jumlah CO₂ yang diserap oleh tanaman baru yang tumbuh.

  1. Diversifikasi Sumber Energi

Menggunakan biomassa sebagai sumber energi dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang jumlahnya terbatas sehingga mendorong diversifikasi sumber energi. Bahan bakar fosil yang saat ini masih mendominasi porsi terbesar dalam penyediaan energi dunia memiliki dampak lingkungan yang signifikan.

Selain itu, fluktuasi harga bahan bakar fosil di pasar global dapat menimbulkan ketidakstabilan ekonomi di banyak negara, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak bumi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa diversifikasi sumber energi menjadi hal yang mendesak.

Biomassa sebagai salah satu alternatif sumber energi terbarukan, menawarkan solusi yang menjanjikan dalam menghadapi tantangan tersebut. Dari sisi ketersediaan, biomassa berasal dari bahan organik, baik itu tanaman maupun hewan, yang dapat diperbaharui setiap waktunya.

Hal ini semakin menunjukkan bahwa alasan mengapa biomassa dikatakan energi terbarukan adalah karena mampu memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak, sehingga ketersediaan energi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

  1. Pengelolaan Limbah

Alasan mengapa biomassa dikatakan energi terbarukan adalah karena kemampuannya dalam pengelolaan limbah. Banyak sumber biomassa, seperti residu pertanian atau limbah kayu, yang sebelumnya mungkin dibuang, kini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi, sehingga mendukung konsep ekonomi sirkular.

Sebagai contoh, residu pertanian yang biasanya hanya dianggap sebagai sisa panen dan tak jarang dibuang atau dibakar di lahan, kini memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber energi. Demikian pula dengan limbah kayu, yang bisa berasal dari industri perkayuan atau penebangan pohon.

Sebelumnya, limbah ini mungkin hanya menumpuk atau menjadi sumber pencemaran. Namun, dengan teknologi konversi biomassa yang semakin canggih, limbah tersebut dapat diubah menjadi energi yang bernilai.

Pemanfaatan limbah ini tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga membantu mengurangi masalah limbah di lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan ini mendukung konsep ekonomi sirkular, dimana sumber daya digunakan seefisien mungkin, limbah diminimalkan, dan bahan-bahan yang sudah tidak digunakan kembali diproses menjadi produk baru atau energi.

Baca juga: Mengenali 6 Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan, Solusi Terkini dalam Menciptakan Bumi yang Sehat

Dengan alasan-alasan di atas, biomassa dianggap sebagai alternatif yang berkelanjutan sehingga jelas mengapa biomassa dikatakan energi terbarukan. Tentunya, jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan sumber energi konvensional seperti batu bara, minyak, dan gas alam.

Originally posted 2023-09-01 10:58:30.