Pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya Memanfaatkan Energi yang Berasal dari?

Pada pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi yang berasal dari sinar matahari adalah bagian dari prinsip kerja yang harus terpenuhi. Jika tidak ada sinar matahari, maka jenis pembangkit ini tidak akan ada artinya.

Ingin lebih jelas memahami bagaimana cara kerja pada pembangkit listrik tenaga surya dan berbagai informasi lainnya? Simak penjelasannya berikut ini!

Sumber Energi PLTS

PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya berasal dari energi surya atau tenaga matahari. Sinar matahari merupakan sumber energi tak terbatas dan dapat diperbaharui sehingga tidak akan pernah langka.

Pada pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi yang berasal dari sinar matahari ini melibatkan teknologi bernama panel surya. Panel surya dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik menggunakan efek fotovoltaik.

Selain sinar matahari, PLTS juga bisa menggunakan cahaya yang ada di atmosfer, seperti pada kondisi mendung atau cahaya yang dipantulkan dari permukaan lain, walaupun efisiensinya biasanya lebih rendah daripada saat sinar matahari langsung.

Dengan kata lain, berfungsi atau tidaknya teknologi ini bergantung pada pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi yang berasal dari sumber cahaya, baik itu cahaya matahari maupun cahaya atmoster.

Baca juga: Mengapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ramah Lingkungan?

Prinsip Kerja PLTS

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, proses perubahan energi dari tenaga surya menjadi listrik disebabkan oleh adanya efek fotovoltaik. Efek fotovoltaik ini umumnya terjadi ketika cahaya matahari menyentuh sel surya yang terbuat dari bahan semikonduktor, seperti silikon.

Cahaya matahari ini menghasilkan aliran listrik dengan merangsang elektron di dalam sel surya. Aliran listrik tersebut kemudian dikumpulkan dan dialirkan melalui sistem kabel dan komponen elektronik, seperti inverter, untuk mengubahnya menjadi arus listrik searah untuk keperluan listrik.

Beberapa sistem PLTS juga dilengkapi dengan baterai untuk menyimpan energi berlebih yang dihasilkan agar bisa digunakan saat sinar matahari tidak tersedia. Misalnya, saat malam hari bisa digunakan untuk menjadi energi kelistrikan.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber energi dari PLTS, penting untuk memperhatikan lokasi penempatan panel surya dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti orientasi panel, tingkat kemiringan, dan penghalang bayangan yang bisa mempengaruhi penyerapan sinar matahari.

Prinsip kerja pada pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi yang berasal dari sinar matahari ini juga didukung oleh adanya beberapa komponen utama. Oleh sebab itu, penting juga untuk mengetahui komponen-komponen tersebut.

Komponen PLTS

Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga surya memang tidak bisa terlepas dari komponen utamanya. Oleh sebab itu, pada sub judul kali ini akan dibahas mengenai komponen utama pada pembangkit listrik tenaga surya.

Pada pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi yang berasal dari matahari kemudian diproses menjadi energi listrik ini memiliki beberapa komponen penyokong, yaitu:

  1. Panel Surya

Panel surya terdiri dari sel-sel fotovoltaik yang mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Panel surya biasanya terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon yang mampu menghasilkan arus listrik ketika terkena sinar matahari.

  1. Inverter

Inverter berfungsi mengubah energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya dari arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) yang dapat digunakan oleh peralatan listrik rumah tangga dan sistem listrik komersial.

Inverter memainkan peran penting dalam mengubah energi yang dihasilkan oleh panel surya agar sesuai dengan kebutuhan listrik yang umum digunakan. Jika tidak ada inverter, maka energi listrik dari panel tidak akan bisa dialirkan dengan baik.

  1. Baterai

Baterai dapat digunakan sebagai komponen opsional dalam sistem PLTS, sebab tidak menggunakan baterai juga tidak ada masalah. Energi listrik tetap bisa diproduksi.

Namun, baterai ini kegunaannya adalah menyimpan kelebihan energi yang dihasilkan oleh panel surya saat sinar matahari melimpah. Sehingga manfaat yang didapatkan jika menggunakan baterai adalah bisa menggunakan energi listrik dari panel saat malam hari sekalipun.

  1. Monitoring System

Sistem pemantauan digunakan untuk memantau kinerja dan produksi energi dari PLTS. Sistem ini dapat memberikan informasi tentang jumlah energi yang dihasilkan, pemantauan kualitas panel surya, dan pengawasan terhadap kinerja sistem secara keseluruhan.

  1. Sistem Penyambungan

Sistem ini mencakup kabel-kabel yang digunakan untuk menghubungkan panel surya, inverter, baterai, dan komponen lain dalam sistem PLTS. Kabel harus dipilih dengan benar untuk menangani arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya.

Sistem penyambungan ini tergolong krusial, sebab jika salah dalam penyambungan akan berdampak pada kinerja panel surya. Alhasil, energi listrik tidak akan dihasilkan secara maksimal.

  1. Struktur dan Mounting

Komponen berikutnya adalah struktur pendukung dan mounting (pemasangan) yang digunakan untuk memasang panel surya secara aman dan stabil.  Struktur ini harus dirancang agar dapat menahan beban panel surya dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem atau bencana alam.

Baca juga: Alasan Mengapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sangat Cocok Diterapkan di Indonesia

Kesimpulannya, pada pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan energi yang berasal dari sinar matahari ini sangat bergantung pada kondisi alam, yaitu waktu terbitnya matahari.

Adanya panel surya membantu proses terjadinya efek fotovoltaik hingga akhirnya berhasil menjadi energi listrik. Tentunya rangkaian proses tersebut didukung oleh komponen yang saling berkaitan satu sama lain.

Originally posted 2023-06-22 14:56:32.