Pemasangan PLTS Atap untuk Mendapatkan Energi Listrik Tenaga Surya

Pemerintah Indonesia melalui kementerian ESDM terus berinovasi dan mengembangkan pembangkit listrik dari sumber alternatif. Salah satunya PLTS Atap, yang mana setiap masyarakat dapat memasang tenaga listrik energi surya di atas atap rumah. Inovasi ini merupakan adopsi dari keberhasilan Jerman dalam mengembangkan PLTS Atap pada lingkungan rumah baru.

Adapun perusahaan listrik negera (PLN) dapat membantu masyarakat menginstal serta memasang PLTS Atap yang terhubung langsung dengan smart meter. Manfaat smart meter ini ialah anda dapat memantau jumlah produksi energi listrik yang dihasilkan menggunakan gadget atau smartphone.
Program ini bertujuan supaya pada 2025 Indonesia memiliki  energi listrik bersumber energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23%. Dengan harapan PLTS Atap mampu berkontribusi besar dalam membantu permsalahan krisis energi pada masa akan datang. Terutama pada daerah perkotaan, potensi listrik dari PLTS Atap sangat besar dan layak dipraktikkan 
AVvXsEivEXJc6 49Yb4J cjiy3B YOfH TGgvLHimjbSksPgscHqT 70qdm oq3lr2bSkggkz6n6idXhB1Zh71dgbZcvgUg Vr6MZdwQYJi40QLTfLTabOmuCD20wk6pCrkcHYBn rUCvwRJqoe51V3fgRR O KJDgASSzeo1YnMLD2vSUasOAR qQ2uKew6=w640 h366

Apa Itu PLTS Atap?

Pembangkit listrik tenaga surya atau sering disebut PLTS merupakan penghasil energi listrik dari sinar matahari melalui sistem panel surya. Sedangkan PLTS Atap ialah tenaga listrik yang memanfaatkan sinar surya dengan keberadaan pada atap rumah, gedung, maupun bangunan besar. Secara tidak langsung pembangkit listrik mampu memproduksi energi listrik secara gratis.
Penggunaan PLTS Atap sangat direkomendasiin pada bangunan atau industri yang memiliki kebutuhan listrik cukup tinggi pada siang hari. Potensi listrik yang begitu besar setiap tahunnya, sehingga meringankan beban tagihan listrik per bulan. Investasi dalam bentuk pemasangan PLTS Atap dapat menguntungkan sampai 25 tahun yang akan datang.

Biaya Pemasangan PLTS Atap

Pemasangan PLTS rooftop on grid (atap) tidak gratis, anda harus mengeluarkan biaya pembelian komponen panel surya serta biaya pemasangan. Berdasarkan CNBC Indonesia, direktur EBTKE Crisnawan Aditya mengatakan biaya PLTS Atap setiap 1 kilo-watt peak (kWp) sangat bervariasi. Mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 20 juta rupiah, serta pemerintah menjamin produk tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Harga tersebut diluar dari biaya pemasangan serta perawatan maintanance. Diperkirakan invetstasi PLTS Atap dapat mengembalikan modal dalam jangka waktu yang cukup lama sekitar 7 – 8 tahun. Namun anda tidak perlu khawatir, karena ketahanan sistem PLTS Atap mampu bertahan sampai 25 tahun.
Berdasarkan informasi biaya harga yang harus dikeluarkan, sehingga dapat menjadi refrensi bagi anda yang ingin memasang PLTS Atap. Saat ini jasa penyedia PLTS rooftop on grid, telah banyak beredar dengan harga cukup beragam. Pastikan pemasangan serta komponen PLTS Atap sesuai dengan SNI.

Aturan PLTS Atap Terbaru

Dalam beberapa waktu yang lalu telah terbit regulasi atau aturan PLTS Atap terbaru. Beberapa pembahasan dalam aturan tersebut menjelaskan tentang pemakaian sampai jumlah ekspor energi listrik yang meningkat. Oleh karena itu, menarik untuk medeskripsikan beberapa poin penting dalam regulasi PLTS Atap terbaru diantaranya:
  • Energi listrik yang dihasilkan oleh pelanggan akan dialirkan ke PLN sebesar 100%, yang sebelumnya hanya mencapai 65%.
  • Aktivitas selisih impor dan ekspor energi listrik dihitung per enam bulan sekali (juni dan desember), yang sebelumnya per tiga bulan.
  • Akumulasi selisih energi litrik dari impor ke ekspor atau sebaliknya akan dihitung. Apabila listrik impor lebih besar dari pada ekspor, maka akan ditabung untuk biaya listrik enam bulan selanjutnya. Namun jika kurang, maka pelanggan harus membayarkan ke PLN sesuai dengan biaya tagihan listrik yang digunakan.
  • Permohonan pemasangan PLTS Atap dipersingkat pada Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dari 15 hari menjadi 12 hari, sedangkan bagi rumah tangga menjadi 5 hari.
  • Pelanggan serta penyedia layanan PLTS Atap dapat melakukan transaksi carbon.
  • PLTS Atap harus telah terhubung dengan aplikasi khusus, sebagai bentuk pencatatan monitoring terbukan antara pelanggan dan PLN.
  • Teknologi PLTS Atap dapat digunakan oleh pelanggan PLN serta layanan usaha Non-PLN.
  • Terdapatnya tempat pengaduan bagi pelanggan, demi menindaklanjuti atas pengaduan yang terjadi dalam bidang PLTS Atap.
Secara tidak langsung hasil aturan PLTS Atap terbaru memabntu pelanggan menjadi lebih mudah dalam mengakses serta bersifat transparan. Selain itu nilai bisnis dari perdagangan carbon yang terdapat dalam poin tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi. Dan yang terpenting adanya tempat pengaduan untuk mengatasi masalah PLTS Atap.

Cara Pemasangan PLTS Atap

Pemerintah telah mendorong masyarakat untuk memasang pembangkit listrik tenaga surya pada atap rumah masing-masing. Yang mana, bermanfaat dalam penurunan biaya tagihan listrik per bulan bagi pengguna. Adapun cara pemasanan PLTS Atap saat ini berdasarkan:
  • Pengguna harus melakukan permohonan pemasangan PLTS Atap pada PLN setempat dengan memenuhi persyaratan administrasi serta teknis yang diperlukan.
  • Selanjutnya berkas permohonan akan diverifikasi oleh PLN sesuai dengan syarat yang telah ditentukan berdasarkan regulasi PLTS Atap terbaru.
  • Kemudian pengguna dapat memasangkan PLTS Atap dari jasa penyedia. PLN sendiri tidak menyediakan teknologi panel surya untuk kebutuhan komersial. Jika, PLTS Atap mencapai 500 Kilo Watt Peak (kWp) yang dihasilkan, maka memerlukan izin operasional.
  • Terdapat sertifikasi oleh badan infeksi teknik (SLO).
  • PLN akan memasang smart meter dalam pemnatauan impor dan ekspor energi listrik dari PLTS Atak menuju PLN atau sebaliknya.
  • Dalam regulasi terbaru listrik yang dihasilkan melalui PLTS Atap dapat dipantau melalu gadget (komputer atau smartphone). Kemudian energi listrik di ekspor menuju PLN sebanyak 100% listrik yang dihasilkan.
Jadi, begitulah alur cara pemasangan PLTS Atap. Bagi anda yang berminat untuk mendapatkan energi listrik murah serta ramah lingkungan. Maka, pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu solusi terbaik yang bisa anda gunakan pada lingkungan rumah. Anda dapat memperoleh berbagai keuntungan, serta keberadaannya tidak mengganggu aktivitas.

Potensi Energi Listrik Indonesia dari PLTS Atap

Indonesia mempunyai potensi besar dalam energi listrik dengan sumber siar matahari. Dapat diperkirakan kemampuan Indonesia mendapat energi listrik dari PLTS Atap mencapai 32.5 Gigawatt (GW), namun yang mampu terealisasikan hanya sekitar 31,32 Megawatt Peak (MWp).
Jumlah tersebut meningkat secara drastis yang mana pada tahun 2018 hanya memiliki 592 pengguna, namun pada saat ini tahun 2021 memiliki sekitar 3.781 pengguna. Adapun jumlah pengguna akan semakin meningkat, karena keuntungan dari biaya tagihan listrik per enam bulan tergantung dari jumlah energi listrik yang dihasilkan oleh PLTS Atap yang terpasang. 

Keuntungan Menggunakan PLTS Atap

Keuntungan dalam bidang PLTS Atap telah banyak dirasakan pada negera-negara maju seperti Jerman. Yang mana negara ini mampu menghasilkan energi listrik tenaga surya secara maksimal. Walaupun pada saat musim salju atau dingin, jumlah sinar matahari sangat kurang. Namun tingkat prekonomian serta pencemaran lingkungan di Jerman sangat baik.
Jika melakukan proyeksi di Indonesia, potensi PLTS Atap berpotensi menghasilkan energi listrik sepanjang tahun. Karena negera sub tropis ini memiliki sinar matahari dari bulan januari sampai desember, sehingga menghasilkan energi listrik yang berlimpah. Adapun keuntungan menggunakan PLTS Atap lain diantaranya:
  • Lebih hemat tarif listrik dibandingkan penggunaan energi listrik sumber bahan fosil.
  • Perawatan rutin yang minimal, serta pembersihan dan pengecekan fungsi panel surya secara rutin.
  • Mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan seperti polusi udara, polusi suara, serta emisi carbon.
  • Praktis serta dapat anda monitor melalui gadget (komputer atau smartphone).
  • Dapat menghasilkan energi listrik yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
  • Mengurangi panas ketika siang hari karena terpasang panel surya di atas atap.
  • Mengurangi beban biaya listrik akibat pendingin ruangan.
Beragam manfaat ini dapat anda miliki setelah memasang PLTS Atap secara benar. Karena biaya tagingan listrik lebih murah, kondisi panas dalam rumah pada siang hari juga berkurang. Selain itu, pemanfaatan lahan yang tidak digunakan seperti pada atap juga tidak mengganggu anda dalam melakukan ativitas.

Jumlah PLTS Atap yang Terpasang di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir akibat promosi dan pengenalan yang baik pada bidang PLTS Atap, membuat masyarakat banyak yang ingin memasangkannya. Pembangkit istrik ini memeiliki biaya terjangkau, serta mudah dalam proses diimplementasikan dari berbagai area.
Pada januari 2021 terdapat sekitar 3.152 pelanggan yang telah menggunakan PLTS Atap. Dengan jumlah tersebut, energi listrik yang dihasilkan mencapai 22.632 Mega Watt Peak (MWp). Yang mana, diperkirakan jumlah pengguna serta energi listrik yang diprouksi semakin meningkat. Mengingat potensi serta jumlah rumah penduduk yang semakin meningkat.
Perkembangan ini merupakan berita positif bagi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita masa akan datang. Dengan target pada tahun 2025, energi listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT) mampu berkontribusi 23% dari kebutuhan listrik nasional. Langkah ini diambil supaya mencegah terjadinya polusi udara akibat bahan fosil yang terus meningkat.

Perbandingan PLTS Atap di Indonesia dengan Luar Negeri

PLTS Atap merupakan sumber energi listrik yang gratis dan hemat dengan cara mengeksploitasi sinar matahari. Walaupun Indonesia berpotensi besar dalam tenaga surya, namun sayang pemanfaatannya jauh dari pada negara-negara lainnya. 
Salah satu yang menarik kita bahas ialah negari Paman Sam (Amerika Serikat). Yang mana perkembangan pembangkit istrik tenaga surya sudah sangat maju, terutama dalam PLTS Atap. Pada negara bagian AS yaitu California telah mewajibkan penduduk yang tinggal dalam pemukiman baru mengharuskan pemasangan PLTS Atap.
Adapun jumlah energi listrik yang dihasilkan oleh California pada tahun 2015 tercatat sebanyak 13.234 Mega watt (MW). Dengan jumlah tersebut dapat mencukupi kebutuhan energi listrik dalam skala rumah tangga.
Namun sayang di Indonesia program yang telah dijalani oleh Amerika Serikat pada California belum dapat terwujudkan. Mungkin akibat pengembangan yang terus berlanjut, diharap dalam 1 dekade mendatang dapat memiliki program tersebut. 
Dari segi biaya pengeluaran dalam pemasangan PLTS Atap Indonesia masih sangat mahal, dibandingkan China. Hal ini wajar, karena China sendiri mmerupakan pemasok produk teknologi PLTS Atap di Indonesia. Pada saat ini telah banyak penelitian oleh mahasiswa serta ahli listrik, dalam membuat panel surya yang bisa dikomersialkan. Dengan harapan harga lebih terjangkau.
Oleh karena itu, mari gunakan energi listrik dari sumber alternatif salah satunya ialah PLTS Atap. Selain menguntungkan dalam segi finansial, tenaga surya hanya memiliki dampak kecil bagi kesehatan lingkungan. Secara tidak langsung bagi anda yang sudah menggunakannya, telah membantu pemerintah mewujudkan penggunaan energi baru terbarukan sebagai sumber listrik.

Originally posted 2022-01-04 23:17:00.