Pembangkit Listrik Geothermal Di Indonesia Yang Melonjak Di Dunia

Bagaimana pembangkit listrik geothermal di Indonesia? Pada umumnya geothermal menjadi sumber energi yang ramah lingkungan, sebab asalnya dari panas bagian dalam bumi. Dimana air yang datang ke bumi akan terjadi karena beberapa penyebab alami dikumpulkan pada bagian permukaan bumi yang berbentuk uap.

Uap inilah yang nantinya akan digunakan dalam menggerakkan setiap turbin yang akan memproduksi energi listrik nantinya. Setiap biaya modal serta eksplorasi listrik geothermal akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis-jenis pembangkit listrik lainnya.

Akan tetapi setelah beroperasi, maka biaya dari memproduksinya akan menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa jenis pembangkit listrik yang berbahan fosil. Bukan hanya menghasilkan energi listrik saja, ternyata ini juga dapat dimanfaatkan dalam untuk pompa pemanas dan proses lainnya.

Bagaimana Pembangkit Listrik Geothermal di Indonesia?

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang berkembang dalam peningkatan permintaan energi listrik yang sebanyak kurang lebih 10% di tiap tahunnya. Apalagi pembangkit listrik geothermal yang ada di luar pulau Jawa sana.

Mungkin hal inilah yang akan meningkatkan kapasitas dalam penghasilan listrik, dan diperkirakan bisa mencapai 6 giga watt dalam satu tahun. Rasio kelistrikan yang ada di Indonesia, yakni persentase rumah pribadi di Indonesia, dan mencapai 80% dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Energi Gelombang Laut yang Sering Kita Manfaatkan?

Bisa dibilang kalau pembangkit listrik di Indonesia semakin meningkat. Namun sayang sekali pada tahun 2013 yang lalu, diimplikasikan kalau ada sekitar 50 juta penduduk di Indonesia yang tak mempunyai akses dalam kelistrikan. Tapi, yang seperti ini membuat pemerintah RI mempunyai harapan tinggi dalam meningkatkannya.

RI meningkatkan energi geothermal hingga menjadi negara yang mempunyai cadangan geothermal yang terbesar di dunia. Hal ini juga karena pemerintah mempunyai tujuan dalam peningkatan geothermal, yang mana mereka menyadari betapa pentingnya penghasil listrik itu sendiri.

Pembangkit listrik geothermal di Indonesia mempunyai peningkatan permintaan yang sangat tinggi, karena adanya pertambahan penduduk dengan kombinasi ekspansi struktural ekonomi sehingga dapat menyebabkan peningkatan permintaan energi listrik.

Belakangan ini juga pemerintah sudah melakukan beberapa usaha dalam mempermudahkan investasi untuk ekspansi geothermal sesudah cenderung dalam mengabaikan sektor yang seperti ini. Masa sebelumnya, pemerintah lebih bergantung pada gas bumi, batu bara serta minyak mentah dalam pembangkitan listrik.

Produksi serta Konsumsi Energi Geothermal di Indonesia

Pembangkit listrik geothermal di Indonesia kurang lebih ada sekitaran 40%, sehingga beberapa negara memperkirakan kalau Indonesia mempunyai cadangan geothermal yang paling besar di dunia. Maka dari itu, Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam energi terbarukan.

Baca juga: Kenali Beberapa Contoh Energi Panas Bumi yang Sering Dimanfaatkan Berikut Ini

Tapi, ada sebagian besar dari potensinya belum dapat dimanfaatkan, karena saat ini Indonesia hanya memakai kurang lebih 4% hingga 5% dari adanya kapasitas geothermal itu sendiri. Faktor utama yang menghalanginya adalah hukum Indonesia sendiri.

Dulunya kegiatan geothermal dapat dijadikan sebagai kegiatan pertambangan, UU No. 27/2003. Dimana ini diimplikasikan kalau hal ini adalah larangan dalam melaksanakannya di hutan lindung serta area konservasi, UU No. 41/1999. Meski faktanya kegiatan tambah geothermal memberikan dampak kecil dalam lingkungan.

Akan tetapi, sekitaran 80% dari pencadangan geothermal yang ada di Indonesia ini berada di kawasan hutan lindung dan juga area konservasi. Maka dari itu, sangat mustahil dalam memanfaatkan potensi yang seperti ini.

Pada tahun 2014 yang lalu, pemerintah menegaskan tentang UU Geothermal No. 27/2003, dimana akan memisahkan geothermal terhadap kegiatan pertambangan lainnya, dan oleh karena itu akan membuka jalan dalam mengeksplorasi geothermal pada kawasan hutan lindung maupun area konservasi.

Pengesahan dari Undang-undang yang seperti ini adalah gebrakan penting. Tapi dalam tulisan ini, UU baru masih membutuhkan peraturan pelaksanaan dengan ketentuan dari kementerian lainnya. Pemerintah juga melaksanakan upaya-upaya lain dalam pembuatan investasi tenaga panas bumi yang menarik.

Pembangkit listrik geothermal di Indonesia selalu terhalang, dan salah satunya adalah pembiayaan listrik yang tak kompetitif. PLN atau Perusahaan Listrik Negara mempunyai monopoli distribusi terhadap listrik yang ada di Indonesia.

Hal tersebut karena adanya energi listrik yang berasal dari beberapa produsen independen dalam memperjualkannya pada PLN. Cadangan energi geothermal yang paling besar berada di daerah barat Indonesia, misalnya Sumatera, Jawa hingga Bali.

Sulawesi Utara atau SULUT menjadi salah satu provinsi terbaik dan paling maju dalam pemakaian geothermal untuk dijadikan sebagai energi listrik. Menurut sumber yang ditemukan, kurang lebih 40% dari pasokan energi listrik yang didapat langsung pada energi geothermal.

Baca juga: Mengapa Biogas Ramah Lingkungan Dan Baik Digunakan Sebagai Solusi Energi Alternatif?

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Geothermal di Indonesia

Pemanfaatan dari pembangkit listrik geothermal di Indonesia ini mengeluarkan emisi yang rendah. Sistem pembangkitan geothermal, fluida yang sudah mendingin serta reinjeksi pada permukaan bumi, lalu reservoir hingga tak ada lagi pembuangan fluida yang akan mencemari lingkungan.

Di Indonesia sendiri, pengembangan dalam energi geothermal sudah dimulai sejak tahun 1978, dan pengembangan tersebut adalah Monoblok 250 kW pada wilayah Lapangan Kamojang, Garut di Jawa Barat. Dan pada saat itu adalah pembangkit listrik bertenaga panas pertama di Indonesia.

Perkembangan selanjutnya geothermal yang berada di daerah Dieng Jateng (60 MW), Darajat Garut (260 MW), Salak Sukabumi (377 MW). Kemudian diikuti dengan perkembangan geothermal yang berada di beberapa pulau, antara lain Nusa Tenggara Timur, Sulawesi dan Sumatra.

Total kapasitas yang terpasang sekitaran 1.948 MW. Tentunya pembangkit listrik geothermal di Indonesia dengan jumlah yang seperti memuat Tanah Air menjadi negara produsen dengan energi geothermal yang terbesar di dunia.

Originally posted 2023-04-27 06:33:16.