Pembangkit Listrik Tenaga Angin: Pengertian, Cara Kerja, Komponen, Kelebihan & Kekurangan

Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) menjadi salah satu sumber energi dalam mengumpulkan energi listrik. Kebutuhan dari warga masyarakat terhadap listrik semakin meningkat mulai dari waktu datang pada waktu.

Pasokan sumber energi listrik ditopang dengan beberapa jenis pembangkit listrik, dan salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau sering disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Pembangkit listrik yang seperti ini memiliki sistem kerja yang akan memanfaatkan kincir angin.

Anda bisa lihat di negara Belanda yang menjadi salah satu negara yang menghasilkan listrik tertinggi dengan tenaga angin. Lantas apa yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Angin? Disini kami akan membahasnya, mulai dari pengertian hingga pada kelebihan dan kekurangannya. Berikut pembahasannya.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin adalah…

Pembangkit Listrik Tenaga Angin merupakan salah satu jenis sumber tenaga listrik yang akan mengubah angin hingga menjadi listrik. Transformasi dari energi akan dilakukan dengan cara mengandalkan alat kincir angin yang telah tersambung dengan adanya turbin angin.

Pembangkit listrik yang bertenaga angin ini akan menghasilkan listrik dengan menggabungkan sekaligus turbin-turbin anginnya. Untuk bagian yang biasanya diputar oleh energi angin, yaitu beberapa sudu-sudu turbin.

Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin?

Bagaimana cara kerjanya? Secara mekanisme, cara kerjanya mempunyai prinsip yang kelihatan sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Yang mana energi kinetik akan digunakan khusus dalam pemutaran turbin, dan energinya berasal dari hembusan angin.

Bentuk dari sudu turbin ini biasanya dirancang dalam menghitung sifat aerodinamika, biasanya disebut dengan aerofoil. Sama halnya dengan pesawat terbang, tepatnya di bagian sayapnya, dimana angin yang mengalir pada sudu turbin bisa menghasilkan lift force atau gaya angkat pada sudu turbin.

Baca juga: Mengapa Biogas Ramah Lingkungan Dan Baik Digunakan Sebagai Solusi Energi Alternatif?

Gaya angkat itulah yang akan berperan penting untuk memutarkan sudu turbin. Perlu diketahui kalau dalam sistem turbin dari angin, akan terdiri dari 2 komponen listrik, yang mana akan berfungsi sebagai conditional dalam mengkondisikan tenaga listrik yang telah dihasilkan dari turbin.

Komponen-komponen Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Dasar prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin akan mengubah energi mekanik yang berasal dari angin hingga menjadi energi yang kinetik. Putaran yang terletak di kincir angin akan dimanfaatkan dalam pemutaran generator.

Akan tetapi prosesnya tak dapat dijalankan dengan mudah, karena terdiri dari berbagai macam komponen yang akan berfungsi sebagai peningkatan keamanan serta efisiensi dari turbin angin. Coba perhatikan beberapa komponennya berikut ini.

1. Penyimpanan Energi

Komponen yang seperti ini mempunyai fungsi untuk menjaga dan mengawasi energi listrik apabila tiupan anginnya mulai mereda. Tak hanya itu saja, komponen ini juga bermanfaat dalam menyimpan setiap energi apabila terjadi daya yang berlebihan ketika turbin mulai berputar kencang.

Alat yang seperti ini memiliki cara kerja yang terlihat sama dengan aki mobil dengan kapasitas penyimpanannya yang sangat besar. Energi yang berada di dalam aki biasanya mencapai 12 volt (,) 65 Ah, dimana ini dapat dipakai buat kebutuhan listrik sebuah rumah yang selama 0.5 jam untuk daya 700-an watt.

Baca juga: Kenali Beberapa Contoh Energi Panas Bumi yang Sering Dimanfaatkan Berikut Ini

2. Generator

Selanjutnya generator adalah komponen yang menjadi bagian terpenting untuk sistem turbin itu sendiri. Yang mana generator mempunyai fungsi untuk memberikan perubahan terhadap energi gerak agar dapat diubah hingga jadi energi listrik.

3. Gearbox

Komponen mesin yang seperti ini memiliki manfaat dalam mengubah putaran kincir angin, mulai dari rendah hingga menjadi lebih cepat. Gearbox yang banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang adalah perbandingan dari 1:60.

4. Brake System

Brake system merupakan alat yang berfungsi sebagai penjagaan terhadap putaran poros sesudah gearbox. Yang pastinya ini akan membuat proses tersebut akan berada dalam titik yang lebih aman ketika menghadapi tiupan angin yang cukup kencang.

Pada saat titik kerjanya telah ditentukan, maka generator akan menghasilkan energi dengan cara yang lebih maksimal. Adanya angin bisa membuat putaran menjadi lebih cepat di bagian poros generator. Apabila tidak diatasi dengan cepat, kemungkinan besar akan berdampak kerusakan pada generatornya.

Putaran yang berlebihan juga menimbulkan kerusakan terhadap komponen, yakni rotor breakdown, overheat hingga putus kawat generator akibat masih kurang mampu dalam menahan arusnya yang sangat kencang.

Kelebihannya

Bagaimana dengan kelebihannya? Sebagai suatu energi alternatif dalam pembangkitan listrik, tentunya sumber dari pembangkit yang seperti ini mempunyai beberapa kelebihan dan keunggulan tersendiri dari beberapa penghasil energi listrik lainnya. Coba perhatikan beberapa kelebihannya yang ada di bawah ini.

  • Angin termasuk dalam pembangkit energi terbarukan hingga tak akan pernah habis. Tentu saja pembangkit listrik dari energi angin dapat diandalkan, mengingat sumber energinya yang bersifat jangka panjang.
  • Bukan hanya itu saja, pembangkit listrik yang bertenaga angin ini termasuk pada jenis-jenis pembangkit listrik yang sangat ramah terhadap lingkungan.
  • Tenaga angin juga tidak akan menghasilkan emisi, dengan begitu ini akan meminimalisirkan asam serta gas dari rumah kaca. Bahan bakar yang berbentuk fosil juga adalah penghasil emisi tertinggi dengan jangka panjang yang bisa mempengaruhi iklim di bumi.
  • Space yang diperlukan akan relatif lebih kecil apabila kita membandingkannya dengan beberapa penghasil energi listrik lainnya. Pembangkit listrik yang bertenaga angin ini juga membutuhkan bangunan yang hanya beberapa meter saja untuk membuat pondasi khusus turbin angin. Tanah yang berkisaran turbin dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya, misalnya perkebunan dan pertanian.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Energi Gelombang Laut yang Sering Kita Manfaatkan?

Kekurangannya

Walaupun pembangkit listrik yang bertenaga angin ini mempunyai kelebihan yang bagus dan menarik, tapi pada dasarnya penghasil listrik yang bersumber angin ini mempunyai kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut inilah yang menjadi beberapa kekurangannya.

  • Pembangunan pembangkit listrik yang bertenaga angin akan memerlukan sejumlah turbin yang cukup banyak. Keperluan tersebut juga terlihat sebanding dengan penghasilan yang bertenaga fosil. Berbagai macam turbin angin akan membutuhkan pembangunan lokasi yang cukup luas.
  • Penghasil listrik dari tenaga angin juga dapat memberikan ancaman pada kehidupan alam liar. Contohnya burung yang berterbangan di atas dengan bebas untuk terluka atau terbunuh akibat turbin angin yang ada.
  • Biaya untuk perawatannya juga cukup besar. Bukan hanya itu saja, usia pemakaian turbin juga tidak terlalu lama. Jadi mungkin ini adalah salah satu kekurangannya yang sangat penting untuk diperhatikan.
  • Bukan hanya dalam perawatannya saja kita akan mengeluarkan biaya yang cukup besar, ternyata dalam pembangunannya juga membutuhkan biaya yang relatif besar. Pembangunannya juga harus berada di tempat yang jauh dari energi beban dan membutuhkan pembiayaan yang tertinggi.
  • Meskipun menjadi salah satu penghasilan energi terbarukan, tapi angin akan bersifat tidak dapat diprediksi dengan mudah. Hal ini sama dengan sumber tenaga surya, meski tak terbatas tetapi tidak dapat diandalkan dengan sepenuhnya.

Sebagai negara yang mempunyai garis pantai yang panjang, tentunya Indonesia memiliki potensi besar yang bisa dimanfaatkan. Pembangkit Tenaga Listrik Angin juga sudah tersedia di beberapa daerah yang ada di Indonesia, ini juga sudah termasuk dengan daerah Gunung Kidul, Sumba Timur dan lain sebagainya.

Originally posted 2023-04-27 06:34:13.