Pembangkit Listrik Tenaga Angin di China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat

Pembangkit listrik tenaga angin atau disingkat dengan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) menggunakan sumber energi alam yaitu angin dalam menggerakan turbin. Selanjutnya turbin akan mengeluarkan energi gerak yang akan dikonversi menjadi energi listrik oleh generator. 

Selain Indonesia beberapa negara di benua Asia, Amerika, maupun Eropa sudah lebih maju dalam pengembangan PLTB. Seperti China yang mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin secara besar-besaran. Tidak salah jika China memiliki PLTB terbesar dunia untuk saat ini. Hal ini seimbang dengan kebutuhan listrik China yang cukup tinggi dan potensi sumber angin yang mencukupi.

AVvXsEib4ET8Uc400zrA13lfwsCeNaJ6wTA6XshsvOh2blnQc0I9MDinF91r6l3EhdQtvfSN3piUW1Gx U6NneZ nBWG86KukFqEN4IkOYZEXTYHzRmz1R78fm9UqfjVoOXzDE4cny0qHdbLdx YtWtU92y7iLAew APdkAyGbPXsBOEfazi5WiWqki 7sSO=w640 h366

China Memiliki PLTB Terbesar Dunia 

China memiliki PLTB terbesar di dunia yang menghasilkan energi listrik sekitar 58 Gigawatt (GW) pada tahun 2019. Jumlah pembangunan PLTB di China terus mengalami pertumbuhan, baik kincir angin yang berada di daratan maupun yang tersebar sekitar lepas pantai. Kedua lokasi kincir angin tersebut memiliki potensi menghasilkan energi listrik dari tenaga angin.

Informasi Lengkap PLTB di China 

Sejarah energi listrik China mengalami perkembangan cukup pesat tidak lepas dari pemerintah pada tahun 2005. Pemerintah China mewajibkan perusahaan jaringan listrik untuk membeli semua listrik dari sektor energi baru terbarukan (EBT). Sehingga pada tahun 2006 dan seterusnya, terdapat banyak perusahaan membangun serta mengembangkan teknologi PLTB.

Perusahaan energi listrik tenaga angin yang terkenal ialah Goldwind, Dongfang Electric, serta Sinovel. Adanya peran investor dalam turut serta membangun PLTB membuat China menjadi negara dengan pemanfaatan sumber angin terbesar dunia. 

China berpotensi menghasilkan energi listrik dari tenaga angin sebesar 2.380 Gigawatt (GW) di daratan, serta 200 GW di lautan. Pembangkit listrik tenaga angin di China berkontribusi sebesar 12,8% energi listrik pada tahun 2020. Oleh karena itu, sumber listrik dengan tenaga angin mendapatkan posisi ketiga terbesar di China. Terdapat beberapa keuntungan membangun PLTB, diantaranya:

  • Investasi dalam bidang energi listrik PLTB sangat menguntungkan.
  • Dapat memberikan energi listrik secara gratis.
  • Mengurangi kejadian pencemaran lingkungan yang rendah.
  • Mengatasi kebutuhan energi listrik yang cukup tinggi.
  • Secara tidak langsung membantu perekonomian masyarakat.
  • Menjadikan China sebagai pusat perhatian dunia dalam mengambangkan energi listrik menggunakan PLTB.

Dengan adanya kerjasama antara pihak pemerintah dengan para investor dalam bidang PLTB membuat kebutuhan energi listrik jadi tercukupi. Selain itu, memiliki potensi yang sangat besar dengan pemanfaatan yang lumayan maksimal dibandingkan negara lain. Kemudian keuntungan positif bagi semua pihak seperti masyarakat, pemerintah, serta pebisnis.

Jumlah PLTB yang sudah Terpasang 

Jumlah PLTB yang sudah terpasang di China sangatlah banyak dan menghasilkan energi listrik yang cukup tinggi. Selain berada pada daratan kincir angin tersebut juga berada di lepas pantai. Adapun beberepa pembangkit listrik tenaga bayu (angin) di China ialah sebagai berikut:

  • LTB Pantai Guishan yang berada pada Provinsi Guangdong memiliki kapasitas  energi listrik sekitar 198 MW.
  • PLTB Intertidal Longyuan Rudong yang menghasilkan energi listrik sebesar 150 MW.

Dua pembangkit listrik tenaga angin yang telah tersebutkan hanya sebagian kecil dari jumlah PLTB di China. Masih banyak pula perusahaan yang bergerak dalam bidang energi listrik tenaga angin lainnya. 

Dampak PLTB untuk Perekonomian China 

China dengan Amerika menjadi pusat perekonomian dunia pada sekarang ini. Terutama China yang memiliki pertumbuhan ekonomi sangat tinggi baik dari segi elektronik serta produk industri lain. Hal ini tentu saja berkaitan langsung dengan sumber daya manusia (SDM), jumlah bahan baku, serta biaya operasional yang rendah.

Energi listrik dalam dunia industri menjadi kebutuhan wajib. Dengan adanya energi listrik sumber tenaga angin yang murah, membuat biaya modal pembuatan produk menjadi lebih murah. Sehingga banyak produk dari negeri Panda ini sangat digemari oleh masyarakat dunia karena memiliki harga yang relatif terjangkau, namun dengan kualitas yang sesuai harapan.

Korea Selatan Siap Membangun PLTB Setara 6 Reaktor Nuklir 

Korea Selatan sangat berambisi dalam mewujudkan sumber energi listrik yang ramah lingkungan. Hal ini juga termasuk dalam rencana pemerintahan Moon Jae-in, demi mewujudkan Green Deal New. Yang mana program tersebut bertujuan mengurangi penggunaan energi bersumber fosil, sehingga mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan.

Pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu (angin) yang akan dibangun oleh Korea Selatan berjenis offshore (lepas pantai). Rancangan tersebut menjadikannya sebagai PLTB terbesar pada tahun 2030 mendatang. Perkiraan hasil energi listrik yang ada sekitar 8,2 Gigawatt (GW), yang mana hampir sebanding dengan 6 reaktor nuklir.

Informasi Lengkap PLTB di Korea Selatan 

Pada tahun 2015 Korea Selatan hanya memiliki 835 Megawatt (MW) energi listrik dari pembangkit listrik tenaga bayu (angin). Akibat keuntungan yang diperoleh dari PLTB membuat Korea Selatan menginvestasikan dana sebesar $8,2 miliar USD. Adapun dengan harapan memiliki energi listrik dari tenaga angin sekitar 2,5 GW pada tahun 2019.

Dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu (angin) di Korea Selatan mendapatkan support dari pemerintah serta investor. Seperti halnya dalam program pembangunan PLTB Offshore yang sedang berjalan. Adapun dana yang pemerintah keluarkan sebesar 0,9 triliun won, sedangkan dari investor memberikan dana sebesar 47,6 triliun won. Selain itu juga terdapat keuntungan yang dapat diperoleh sebagai berikut:

  • Membuka lapangan pekerjaan sampai lebih dari 5000 tenaga kerja.
  • Dapat mencukupi kebutuhan energi listrik.
  • Mengurangi pencemaran lingkungan.
  • Menjadikan PLTB Korea Selatan menjadi yang terbesar di dunia.

Dengan terwujudnya program tersebut pada tahun 2030, Korea Selatan akan mendapatkan energi listrik setara dengan enam reaktor nuklir. Potensi tersebut masih dalam tahap Pemerintah Korsel kembangkan demi terwujudnya program Green Deal New.

PLTB yang ada di Korea Selatan 

Terdapat beberapa titik lokasi PLTB yang sudah terpasang di Korea Selatan. Adapun lokasi tersebut memiliki kapasitas energi listrik yang beragam. Berikut ini pembangkit listrik tenaga bayu (angin) diantaranya:

  • PLTB Tamra terdapat pada kabupaten Hangyeong, kota Jeju, Korea Selatan. Kapasitas energi listrik yang tersedia sebesar 3×10 Megawatt (MW) pada tahun 2016.
  • Rencana Pembangunan PLTB Korea Selatan yang sebanding dengan enam reaktor nulir akan rampung pada tahun 2030. Dengan jumlah kapasitas energi listrik sebesar 8,2 GW.

Jika program Pemerintah Korea Selatan berhasil dalam membangun PLTB tersebut, maka dapat menjadi PLTB terbesar pertama di dunia. Pada saat ini PLTB Hornsea dari Inggris menjadi pembangkit listrik tenaga angin terbesar, dengan kapasitas energi listrik sebesar 1,12 GW. 

Dampak PLTB untuk Perekonomian Korea Selatan 

Bagi Korea Selatan dampak membangun rancangan PLTB terbesar di dunia tersebut sangat baik bagi memajukan perekonomian negara. Alasannya karena daya ekonomi setiap negara sendiri tergantung dalam energi fosil. Sedangkan, energi bersumber bahan fosil tidak ramah lingkungan dan memiliki biaya yang lebih mahal. Kemudian dampak yang sangat Korea Selatan harapkan ialah terwujudnya program Green Deal New dimana program ini sangat memprioritaskan kesehatan lingkungan. 

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin) Amerika Serikat 

Amerika Serikat saat ini terus melakukan pertumbuhan pembangkit listrik tenaga bayu (angin) secara berkala. Pembangunan tersebut berada di wilayah Pantai Timur Amerika Serikat dimana lokasi ini memiliki potensi angin yang cukup menjajikan dalam membangun PLTB.

Amerika Serikat sendiri memiliki target pada 2030 dapat menyalurkan energi listrik dari sumber alternatif ke 10 juta rumah. Persentase program ini untuk berhasil sangat besar karena pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sangat tinggi. Bersama dengan China, kedua negara tersebut telah menguasai dunia perdagangan khususnya di bidang teknologi.

Informasi Lengkap PLTB Amerika Serikat 

Pada tahun 1940, North Dakota memiliki turbin kincir angin listrik pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya pada tahun 1980, negeri Paman Sam ini mendirikan PLTB sebanyak 20 turbin dengan kapasitas 30 Kilowatt (kW). Pertumbuhan pembangunan PLTB semakin meningkat, terutama dalam 10 tahun terakhir.

Potensi energi listrik yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga bayu (angin) di Amerika Serikat cukup menjajikan. Alasannya karena modal yang cukup untuk menyediakan teknologi PLTB, serta sumber daya yang berlimpah. Selain itu wilayah Amerika Serikat juga memiliki intensitas angin yang tinggi setiap tahunnya. Sehingga, dapat menyimpan cadangan energi listrik.

Manfaat atau keuntungan mendirikan PLTB bagi Amerika Serikat ialah sebagai berikut:

  • Menargetkan dapat mengalirkan listrik 10 juta rumah pada tahun 2030 menggunakan tenaga angin.
  • Menjaga terjadinya pencemaran lingkungan dari limbah atau efek pengunaan PLTB.
  • Meningkatkan lahan pekerjaan bagi masyarakat.
  • Energi listrik yang ekonomis.
  • Membantu perekonomian negara.
  • Serta pemanfaatan atau bentuk eksploitasi tenaga alam angin yang bijak.

Jadi, pembangkit listrik tenaga angin memiliki keuntungan utama yaitu menjaga lingkungan serta mendapatkan energi alternatif yang ekonomis dengan modal biaya pembangunan yang tergolong murah, namun menghasilkan energi listrik yang cukup berlimpah.

Jumlah PLTB yang sudah Terpasang 

Terdapat banyak jumlah PLTB yang sudah terpasang dan tersebar pada beberapa wilayah Amerika Serikat. Seperti pada wilayah Texas, Oklahoma, California, Dakota Selatan, dan masih banyak lainnya. Adapun gambaran kapasitas beberapa PLTB tersebut ialah sebagai berikut:

  • PLTB Texas, memiliki 150 titik lokasi pembangkit listrik tenaga angin, secara total kapasitasnya ialah 30.000 Megawatt (MW) pada tahun 2020 sebelumnya.
  • PLTB Oklahoma, memiliki kapasitas listrik sebesar 7.500 MW.
  • PLTB California, pada tahun 2019 memiliki kapasitas energi listrik sebesar 5.973 MW.
  • PLTB Dakota Selatan, yang mana pada tahun 2019 memiliki kapasitas listrik sebesar 1.525 MW.

Selain itu masih banyak PLTB yang tersebar seperti pada wilayah Iowa, Kansas, serta North Dakota. Perkiraan jumlah tersebut akan semakin meningkat dalam 10 tahun terakhir. 

Dampak PLTB untuk Perekonomian Amerika Serikat 

Pembangunan pembangkit listrik bagi Amerika Serikat dapat membantu perekonomian negara. Namun, terdapat pendapat yang bertolak belakang dengan adanya pertumbuhan proyek PLTB. Hal ini berdasarkan pembangkit listrik tenaga bayu (angin) yang dibangun pada lepas pantai dapat membuat kerugian bagi ekosistem laut.

Oleh karena itu, Amerika Serikat dapat meninjau pengambilan keputusan dengan harapan mendapatkan solusi yang bijak dalam pemanfaatan sumber energi alternatif tenaga angin menjadi energi listrik.

Originally posted 2022-01-03 22:25:00.