Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia, Sumber Energi Terbarukan dengan Kelebihan dan Kekurangannya

Pada dasarnya, Indonesia termasuk ke dalam negara yang mampu mengembangkan beberapa sumber energi alam menjadi sumber kelistrikan. Salah satunya adalah pembangkit listrik menggunakan tenaga angin. Meskipun demikian, perkembangan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia tidak sepesat jenis pembangkit lainnya.

Kehadiran pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia sering dikenal dengan singkatan PLTB atau Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Jenis pembangkit ini tergolong mudah untuk dikembangkan, memiliki manfaat bagi kehidupan manusia, namun juga disertai dengan beberapa kekurangan. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Sekilas tentang Teknologi Turbin Angin dan Potensinya di Indonesia

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia

Sistem atau mekanisme kerja yang dilakukan dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia adalah dengan mengkonversi tenaga angin menjadi energi kelistrikan.

Mengubah tenaga angin menjadi energi listrik ini dibutuhkan sebuah alat bernama turbin angin alias kincir angin. Penggunaan turbin angin ini sangat cocok untuk diterapkan di pulau-pulau kecil dan punya angin yang sepoi-sepoi seperti Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh kawasan pantai yang identik sebagai sumber angin sehingga sangat berpotensi dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia.

Cara kerja dari kincir angin inipun sangat sederhana, cukup dengan membiarkan hembusan angin menggerakkan baling-baling secara alami, membiarkannya memutar, dan kemudian menghasilkan energi listrik.

Berikut adalah tahapannya:

  1. Angin menggerakkan baling-baling dari turbin angin
  2. Hembusan angin juga ikut menggerakkan salah satu bagian generator bernama rotor yang berada di belakang turbin angin
  3. Energi listrik dihasilkan dan disimpan energinya ke dalam baterai
  4. Listrik siap digunakan.

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia

Terdapat beberapa kelebihan dari pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia. Kelebihan inilah yang menjadi faktor pendukung utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar lebih serius dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia. Berikut adalah deretan kelebihannya!

Energi yang Ramah Lingkungan

Tidak seperti pembangkit lainnya yang menggunakan energi fosil, gas alam, dan batu bara sebagai sumber energi kelistrikan yang menyumbang emisi karbon berbahaya, pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia dapat diterapkan tanpa perlu khawatir akan kerusakan lingkungan.

Setidaknya, pembangunan tiang turbin angin atau kincir angin dalam menciptakan energi listrik ini menggunakan sumber energi terbarukan, yaitu tenaga angin yang tidak akan pernah habis.

Oleh karena itu, menerapkan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia sangat dianjurkan demi menjaga keseimbangan lingkungan yang penuh dengan polusi dan kerusakan lainnya.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Teknologi Ramah Lingkungan, Sebuah Cara untuk Melindungi Ekosistem dari Kerusakan

Mudah untuk Dilakukan

Membangun kincir angin untuk mendapatkan energi listrik dapat dilakukan oleh siapa saja. Baik itu pemerintah, perusahaan swasta, maupun setiap rumah tangga. Terlebih lagi jika lokasinya berada di sekitar area pesisir pantai yang punya pasokan angin lebih besar daripada wilayah lainnya.

Cara kerja turbin angin yang sederhana juga semakin memungkinkan bagi semua orang untuk secara mandiri terlibat dalam pengembangannya.

Biaya Operasinya Rendah

Kelebihan berikutnya adalah biaya operasi yang rendah. Masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya di awal saja, yaitu untuk pemasangan turbin. Setelahnya, cukup nikmati energi listrik tanpa harus repot mengeluarkan biaya mahal lainnya.

Turbin angin yang beroperasi dengan hembusan ini cenderung memiliki masa pakai yang lama dan tidak membutuhkan banyak perawatan khusus.

Tidak Perlu Lahan Luas

Sebagian besar orang mungkin berasumsi bahwa membangun pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia akan membutuhkan lahan yang sangat luas. Namun, tidak selamanya demikian.

Semuanya bergantung pada kebutuhan dan skala yang hendak dikembangkan. Jika hanya ingin mendapatkan energi listrik untuk kepentingan satu rumah, maka tidak perlu lahan seluas itu.

Cukup gunakan lahan yang sudah ada. Misalnya, lahan pertanian atau ladang. Sehingga selain daripada membangun turbin angin, pemiliknya juga bisa sekalian bercocok tanam.

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Indonesia

Setiap ada kelebihan, sudah pasti akan ada kekurangan. Kekurangan dari pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia sendiri tidak terletak pada ketersediaan sumber dayanya, melainkan lebih kepada fasilitas pendukung. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Energi Angin Tidak Menentu

Tidak ada yang berjalan dengan pasti, begitu pula dengan angin. Seperti yang telah dijelaskan dalam subjudul cara kerja pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia, efektivitas dari turbin angin dipengaruhi oleh hembusan anginnya.

Dengan kata lain, jika cuaca sedang sulit diprediksi dan angin tersebut tidak segera datang atau bahkan tidak cukup untuk menggerakkan turbin, maka energi listrik tidak akan berlimpah.

Menyebabkan Polusi Visual dan Bising

Kekurangan paling fatal yang dimiliki oleh pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia adalah suara baling-balingnya yang begitu berisik dan dapat mengganggu pendengaran orang-orang di sekitarnya.

Tak hanya itu, polusi visual juga sangat mungkin terjadi karena pembangunan kincir angin sering kali dibuat  dengan ketinggian tertentu sehingga mengganggu pemandangan.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Angin di China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat

Demikian sekilas informasi terkait pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia. Semoga dapat lebih dikembangkan menjadi sumber energi kelistrikan sekaligus menjawab permasalahan krisis energi dunia.

Originally posted 2023-04-18 14:56:48.