Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan PLTD

Pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD adalah salah satu jenis pembangkit listrik yang banyak digunakan di Indonesia. Keberadaan pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD mudah dijumpai di Indonesia.

Lantas sebenarnya apa yang dimaksud dengan pembangkit listrik tenaga diesel, bagaimana cara pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD bekerja serta apa saja kelebihan serta kekurangan yang dihadirkan oleh jenis pembangkit listrik satu ini. Berikut ini merupakan penjelasan lengkapnya.

Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Mudahnya PLTD atau pembangkit listrik tenaga diesel adalah suatu jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan mesin diesel dalam bekerja untuk dapat menghasilkan listrik. Sama halnya seperti jenis pembangkit listrik lain generator memerlukan energi kinetic untuk dapat memutar bagian bernama rotor.

Pada pembangkit listrik tenaga diesel, pemanfaatan mesin diesel digunakan sebagai media utama untuk dapat menggerakan bagian rotor tersebut. Dengan adanya mesin diesel tersebut maka bagian rotor pada generator bisa bergerak dan dapat menghasilkan listrik.

Mesin diesel yang digunakan pada PLTD dibekali dengan bahan bakar solar. Mesin atau motor diesel pada PLTD juga disebut sebagai motor kompresi. Hal ini bukan tanpa alasan, dikarenakan cara untuk menyalakan motor tersebut adalah dengan menyemprotkan bahan bakar yang digunakan oleh mesin diesel pada udara yang memiliki tekanan serta temperatur yang tergolong tinggi.

Apabila melihat perbandingan antara motor bensin dan motor diesel, maka motor diesel sedikit lebih unggul karena kandungan bahan beracun yang tidak banyak. Selain itu harga dari motor diesel juga lebih mahal daripada motor bensin.

Pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD umumnya digunakan pada daerah terpencil seperti daerah pedesaan. Tidak hanya itu saja PLTD juga biasanya difungsikan untuk pasokan listrik pada pabrik-pabrik tertentu.

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

PLTD atau pembangkit listrik tenaga diesel terdiri atas beberapa komponen dan bagian mulai dari tangki untuk menyimpan bahan bakar, penyaring bahan bakar, tangki penyimpanan bahan bakar dalam jangka waktu sementara, serta pengabut atau juga disebut dengan nozel.

Tidak hanya itu saja PLTD juga masih memiliki bagian-bagian lain yang mencakup mesin diesel yang berperan sebagai bagian vital PLTD, turbocharger, media penyaring untuk gas pembuangan, tempat gas pembuangan, generator, trafo dan juga saluran transmisi.

Baca Juga : Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Gas, Komponen Penyusun Serta Beberapa PLTMG MPP yang Ada di Indonesia

Setelah mengetahui bagian atau peralatan apa saja yang digunakan pada PLTD maka langkah berikutnya adalah mengetahui mengenai cara pembangkit listrik tenaga diesel bekerja. Pembangkit listrik tenaga diesel akan bekerja dengan adanya bahan bakar solar yang disalurkan dengan cara dipompa ke dalam penyimpanan sementara untuk disaring terlebih dahulu.

Bahan bakar yang sebelumnya sudah disaring akan disalurkan menuju nozzle untuk proses pembakaran. Menggunakan bantuan kompresor maka hasil pembakaran akan dimasukan kedalam tangki udara untuk selanjutnya dialirkan menuju turbocharger.

Ketika berjalan dalam rute menuju turbocharger maka udara bersih tersebut akan mengalami tekanan dan kenaikan suhu. Naiknya suhu pada fase ini bisa mencapai sekitar 600 derajat celcius. Sementara temperature bisa menyentuh angka 500 psi.

Proses kerja pembangkit listrik tenaga diesel selanjutnya adalah udara panas yang dari turbocharger akan masuk ke dalam ruang bakar atau combustion chamber untuk dilakukan tahapan proses berikutnya.

Proses berikutnya dengan suhu panas dan tekanan yang tinggi tersebut secara otomatis akan membuat silinder mesin diesel bergerak. Adanya pergerakan tersebut membuat bahan bakar solar harus disemprotkan kembali ke bagian silinder agar bisa membuat mesin diesel menyala dengan baik.

Bila mesin diesel sudah menyala maka akan terjadi ledakan pada mesin diesel, ledakan ini yang selanjutnya akan menghasilkan energi mekanik yang akan menggerakan bagian rotor pada generator. Tergeraknya rotor pada generator akan membuat generator hidup.

Dengan keadaan generator yang hidup dan adanya energi mekanik yang menggerakan rotor maka listrik bisa dihasilkan oleh generator pada pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD. Listrik yang dihasilkan oleh generator belum selesai tahapannya.

Proses berikutnya adalah listrik hasil dari generator selanjutnya akan di naikkan nilai tegangannya melalui bantuan alat listrik lain bernama trafo step up. Penggunaan trafo step up inilah yang akan mengalirkan listrik ke masyarakat melalui perantara kabel-kebal yang ada di tiang listrik.

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Usai mengetahui bagaimana PLTD bekerja mulai dari bahan bakar solar hingga pada akhirnya listrik bisa disalurkan ke masyarakat, maka pada bagian ini akan dijelaskan beberapa kelebihan yang ditawarkan dari penggunaan pembangkit listrik jenis tenaga diesel ini.

Kelebihan pertama dari pembangkit listrik tenaga diesel ini adalah biaya awal yang tergolong rendah. Selain itu PLTD juga efisien dan hanya membutuhkan operator yang sedikit. Tidak berhenti sampai disitu kelebihan lain yang juga dimiliki oleh PLTD adalah mudahnya mendapatkan bahan bakar yang digunakan pada proses kerja PLTD tersebut.

Tidak hanya itu saja kehadiran PLTD pada pabrik-pabrik besar juga sangat bermanfaat dan berperan penting.  Manfaat dari PLTD pada pabrik adalah dapat berperan sebagai pusat pembangkit pada pabrik tersebut.

Selain itu dengan adanya pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD pada pabrik maka akan bisa dijadikan sebagai sumber listrik cadangan atau stand by plant. Mudahnya peranan PLTD pada pabrik dapat menjadi cadangan energi listrik yang bisa digunakan pada saat-saat tertentu.

Terdapat satu jenis PLTD yaitu PLTD dengan sistem dual fuel, dimana pada sistem ini penggunaan solar yang notabenenya sebagai bahan bakar utama bisa dilakukan penghematan. Tidak hanya itu saja pada sistem PLTD ini biaya yang digunakan pada mesin juga akan lebih rendah.

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Berangkat dari kelebihan, kehadiran pembangkit listrik tenaga diesel juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurangannya adalah jumlah mesin diesel yang sangat terbatas, mahalnya biaya pemeliharaan serta pemeliharaan yang harus dipantau.

PLTD juga memiliki kapasitas yang tergolong kecil dan tidak cocok diterapkan pada area perkotaan. Keberadaan PLTD juga harus dibarengi dengan mahalnya biaya pelumas yang diperlukan pada saat pengoperasian berbagai peralatan pada PLTD.

Baca Juga : Simak Cara Membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air Sederhana Dari Barang Bekas Mudah dan Praktis

Kekurangan lain yang juga bisa ditimbulkan dari penggunaan PLTD adalah suara bising dari mesin pada PLTD ketika bekerja. Tidak hanya itu saja, ketika start up PLTD memerlukan waktu yang tergolong lama agar bisa memanaskan mesin.

Selain itu kekurangan lain yang juga bisa dirasakan dari penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel ini adalah mahalnya biaya operasional untuk menjalankan jenis pembangkit satu ini. Keberadaan PLTD juga sangat erat kaitannya dengan polusi udara.

Demikianlah pembahasan mengenai pembangkit listrik tenaga diesel, mulai dari pengertian, cara kerja, kelebihan dan juga kekurangan. PLTD memang cocok digunakan untuk daerah pedesaan karena hanya mampu menghasilkan listrik dalam kuantitas yang kecil, namun salah satu kekurangan PLTD yang harus menjadi perhatian adalah perihal polusi udara hasil PLTD itu sendiri.

Originally posted 2023-04-03 08:51:16.