Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia dan Faktor Pentingnya!

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia merupakan jenis pembangkit yang masih terus berkembang bahkan hingga saat ini.

Untuk mengetahui bagaimana proses perkembangannya, kegunaan, dan dampaknya bagi kehidupan manusia, simak penjelasannya berikut ini!

Sekilas Tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia sering disingkat menjadi PLTN. PLTN adalah jenis pembangkit listrik yang menggunakan reaksi nuklir untuk menghasilkan energi listrik.

Proses menghasilkan listrik ini melibatkan pemecahan inti atom (fisi nuklir) atau penggabungan inti atom (fusi nuklir) untuk melepaskan energi berbentuk panas.

Energi panas yang dihasilkan kemudian digunakan untuk mengubah air menjadi uap, yang pada gilirannya menggerakkan turbin untuk menghasilkan energi listrik.

Pembangkit listrik tenaga nuklir biasanya menggunakan bahan bakar nuklir, seperti uranium atau plutonium, yang mengalami fisi nuklir dalam reaktor nuklir.

Reaktor nuklir adalah tempat di mana reaksi fisi atau fusi nuklir terjadi dengan kontrol dan pengawasan yang ketat.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Surya: Definisi, Cara Kerja, Komponen, dan Manfaatnya dalam Teknologi Berkelanjutan

Perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Di Indonesia, terkait pembangkit listrik tenaga nuklir masih berada dalam tahap perkembangan.

Pada tahun 2014 lalu, Pemerintah Indonesia telah menyatakan niatnya dalam mengembangkan PLTN sebagai penghasil energi listrik.

Menurut informasinya, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia akan berlokasi di dua tempat, Bangka dan Jawa Barat.

Pada tahun 2021 lalu, Djarot Sulistio Wisnubroto selaku Peneliti Senior Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sudah melakukan uji kelayakan (feasibility study/ FS) di beberapa daerah yang meliputi Jepara, Bangka dan Kalimantan Barat.

Dalam hal ini, pemerintah telah melakukan studi kelayakan untuk menentukan lokasi yang tepat, dengan mempertimbangkan faktor seperti geologi, keamanan, dan dukungan masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan kerja sama dengan pihak asing seperti Rusia, China, dan Amerika Serikat.

Ketiga negara tersebut memang sudah lebih dahulu menerapkan PLTN sebagai energi kelistrikan sehingga kerja sama ini diharapkan dapat berguna dari segi pertukaran pengetahuan, pelatihan tenaga kerja, dan aspek teknis lainnya.

Terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia, Pemerintah Indonesia membangun BAPETEN atau Badan Pengawas Tenaga Nuklir yang bertanggung jawab dalam mengawasi serta mengatur kegiatan nuklir di Indonesia.

BAPETEN juga memiliki tugas utama dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan pengawasan radiasi dalam penggunaan energi nuklir.

Komponen PLTN

Adapun komponen dari pembangkit nuklir ini meliputi reaktor nuklir, bahan bakar, moderator, pendingin, perisai termal, reflektor, tangki reaktor, fluida pendingin, perisai biologi, dan batang-batang kendali.

Seluruh komponen tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang dapat mendukung jalannya pembangkit listrik nuklir dalam menghasilkan energi listrik.

Faktor Penting dalam Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia.

Faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan PLTN ini diungkap langsung oleh perwakilan BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional, yaitu Profesor Emil Salim pada tahun 2022 lalu.  Berikut adalah di antaranya:

  1. Faktor Biaya

Membangun PLTN di Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sedikit mengingat banyaknya komponen PLTN yang harus terpasang sebelum benar-benar bisa beroperasi.

Uji kelayakan yang selama ini dilakukan juga sudah menghabiskan banyak biaya dan modal awal sehingga benar-benaar harus diperhatikan besaran uang yang dikeluarkan.

Tentunya akan sangat membantu jika terdapat investor yang mau memberikan investasi dalam proyek pembangunan PLTN di Indonesia.

  1. Faktor Waktu

Faktor berikutnya adalah waktu. Proses pembangunan PLTN tidak dimulai begitu saja melainkan harus melewati beberapa tahap.

Tahapnya antara lain adalah perencanaan lokasi, uji kelayakan, pemeriksaan keamanan, dan tahap lainnya yang harus dilakukan sebelum benar-benar dioperasikan.

  1. Faktor Kemampuan

Faktor kemampuan adalah yang paling penting, di mana sumber daya manusia yang berkualitas akan sangat dibutuhkan dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia.

Oleh karenanya, kerja sama dengan negara asing akan sangat membantu dari segi transfer ilmu pengetahuan tentang nuklir dan aspek penting lainnya.

Jika tidak diimbangi dengan kemampuan yang handal, maka PLTN tidak dapat beroperasi dengan baik dan justru akan memiliki risiko mematikan bagi manusia.

  1. Faktor Keamanan

Radiasi nuklir adalah sesuatu yang harus diperhatikan dan jangan sampai melukai atau bahkan membahayakan masyarakat sekitar.

Faktor keamanan ini meliputi jarak lokasi nuklir dengan pemukiman warga, kecakapan sumber daya manusia yang bekerja langsung dengan reaktor nuklir, dan berjalannya badan pengawas yang memantau dengan baik.

Di samping semua kegunaannya, menjaga keamanan masyarakat adalah prioritas utama dalam rencana pembangunan PLTN di Indonesia.

Baca juga: 6 Alat Ukur Energi Listrik, Lengkap dengan Cara Kerja dan Kisaran Harganya!

Perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia masih dalam tahap awal sehingga dibutuhkan banyak aspek yang harus dipertimbangkan seperti faktor keselamatan, keamanan, kelayakan ekonomi, dan dukungan masyarakat yang luas.

Originally posted 2023-05-27 15:05:03.