Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Amerika Serikat, Jepang, dan Australia

Setiap tahun, angka kebutuhan listrik di bumi semakin meningkat. Bukan hanya Indonesia, negara-negara lainpun mengalami hal yang serupa. Oleh karena itu, banyak negara sudah memulai menggencarkan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTP.

Keputusan ini merupakan langkah penghematan bahan bakar fosil yang mulai langka, sekaligus meminimalisir dampak negatif yang ternyata dapat merusak lingkungan. Hal tersebut seolah berbanding terbalik dengan panas bumi yang mempunyai stok melimpah dan ramah lingkungan. 
Meski biaya pembangunan dan instalasi lebih besar, tetapi biaya operasional setelah berjalan justru lebih kecil. Itu artinya, negara dapat menghemat anggaran cukup banyak. Kondisi tersebut yang menjadi pertimbangan utama, termasuk negara-negara besar di dunia.
AVvXsEjAPoWqPu1cfqKV5N5pvqXsWuLm5BrQhtj2t4mQ5UaZyq1tu1FvqZYjh KyjrGwczSl081DY5rPY3bGVC4PbR4NKgUnbweV6lnF1JuFEdntipXEwucw2NMz 1uk3qlYPfc4KsPvXPhAIP9l0SGFzmNgnWdJDRUZ4JurQWYRbJGbUAJigOekeYCWRBE2=w640 h366

Pengembangan PLTP Terbesar di Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) merupakan negara maju, di mana kehidupannya berjalan dan berkembang sangat pesat. Namun, negara adidaya ini juga tercatat sebagai penyumbang utama Emisi Global Carbon Dioksida (CO2) sebesar 5.233 Mega Ton Carbon Dioksida (MtCO2e). Posisi tersebut berhasil menduduki peringkat kedua, setelah China di angka 9.970 MtCo2. 
Oleh karena itu, pemerintah mulai merencanakan program untuk menurunkan angka ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Amerika Serikat ingin beralih ke sumber energi baru yang terbarukan (EBT) dan ramah lingkungan, seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Informasi Lengkap PLTP di Amerika Serikat

Tenaga panas bumi sendiri sebenarnya sudah lama diterapkan di Amerika Seringkat, yakni sekitar tahun 1960. Hal tersebut terbukti dengan adanya pembangkit listrik di The Geyser, California yang berhasil menyuplai tenaga listrik hingga 11 Mega Watt (MW). 
Rupanya, pemerintah AS benar-benar memanfaatkan potensi yang ada dengan sangat baik. Puluhan industri pembangkit listrik tenaga panas bumi dan energi terbarukan lainnya mulai tersebar di berbagai wilayah negara bagian. Beberapa di antaranya, bahkan termasuk ke dalam kategori mega proyek.
Pada tahun 2019, Badan Administrasi Informasi Energi milik Amerika mempublikasikan hasil yang cukup memuaskan. Proyek tersebut kini dapat menyuplai tenaga listrik hingga 22% dan penggunaan bahan bakar batubara yang terus mengalami penurunan.  

PLTP yang sudah Terpasang di Amerika Serikat

Di Amerika, pembangkit listrik tenaga panas bumi banyak terdapat di wilayah California dan sekitarnya. Sebab, di sini terdapat banyak sumber panas bumi, yakni gunung berapi. Berikut beberapa PLTP yang ada di Amerika berikut dengan tenaga listrik yang dihasilkan:
  • PLTP Geyser merupakan pembangkit listrik tertua dan terbesar di Amerika Serikat dengan kapasitas sebesar 1.517 MW.
  • PLTP Imperial Vallery yang juga dikenal sebagai Salton Sea Geothermal Field menghasilkan energi listrik sebesar 432.3 MW. 
  • PLTP The Coso Volcanic Field berkapasitas 270 MW yang mempunyai empat pembangkit listrik.
  • PLTP The McGinness Hills, pembangkit listrik terbesar di Nevada dengan kapasitas 138 MW.
  • PLTP Ormesa menghasilkan energi listrik berkapasitas 101.6 MW.
Di tahun 2018, setidaknya masih ada 25 PLTP lain yang beroperasi di Amerika Serikat. Namun, proses pengembangan tersebut tetap masih berlanjut hingga saat ini. Deperkirakan negeri Paman Sam ini mampu mengatasi energi listrik dalam negeri pada masa yang akan datang. 

Dampak PLTP untuk Perekonomian Amerika Serikat

Keputusan Amerika Serikat untuk beralih ke energy baru terbarukan (EBT) membawa dampak buruk bagi pertambangan fosil (batubara, minyak bumi). Ada beberapa perusahaan yang mengalami kebangkrutan dan mengajukan perlindungan kepada pemerintah.
Namun, hal tersebut ternyata berbanding terbalik dengan kondisi bumi yang justru semakin membaik. Efeknya, biaya untuk membangun pertanian menjadi lebih murah. Secara tidak langsung mampu meningkatkan finansial negara serta mengembangkan ekeonomi dari segala sektor.

Pengembangan PLTP Terbesar di Jepang

Meski tergolong negara maju, Jepang mempunyai sumber daya energi domestik yang cukup terbatas. Oleh karena itu, pemerintah harus mengimpor bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi, seperti minyak mentah dan batubara. 
Sebab, berdasarkan proyeksi dari Federation of Electric Power Companies of Japan, Jepang merupakan konsumen listrik tertinggi di Asia. Batubara menempati urutan pertama sebagai bahan bakar yang paling banyak digunakan. 

Informasi Lengkap PLTP di Jepang

Menanggapi program bebas karbon di tahun 2050 yang dicanangkan beberapa negara, Jepangpun turut meresponnya dengan baik. Demi menekan emisi gas rumah kaca, pemerintah Jepang mengambil langkah untuk beralih ke energi yang terbarukan.
Salah satu langkah nyatanya, yakni pembangunan beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi. Hal ini dinilai lebih efektif, karena Jepang mempunyai cadangan sumber energi panas bumi yang sangat besar. 
Kondisi tersebut tidak terlepas dari letak geografis Jepang yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik. Dengan memanfaatkan energi panas bumi, negara dapat menghemat anggaran sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan. 
Minat inipun semakin meningkat, setelah Jepang sempat dilanda krisis energi akibat bencana nuklir yang terjadi di Fukushima. Peristiwa besar ini sangat mengguncang Jepang, karena nuklir adalah sumber energi utama negara. 

Contoh PLTP yang Sudah Terpasang di Jepang

Di Jepang sendiri, pembangkit listrik tenaga panas bumi sebenarnya sudah berkembang sejak tahun 1966. Namun, tidak mengalami perkembangan yang signifikan, karena jumlah permintaan rendah. 
Setelah pemerintah mengeluarkan laporan mengenai Studi Potensi Pengenalan Energi Terbarukan di tahun 2011, barulah teknologi berkembang. Kini, Jepang sudah mempunyai beberapa pembangkit listrik dengan tenaga panas bumi, seperti:
  • PLTP The Hatchobaru yang menjadi pembangkit listrik terbesar di Jepang dengan kapasitas 112 MW.
  • PLTP Kakkonda 1 dan 2 yang menghasilkan energi listrik sebesar 80 MW.
  • PLTP Yanaizu Nishiyama yang beroperasi sejak 1978 dengan kapasitas 65 MW.
  • Mori dan Sumikawa yang masing-masing dapat menyumbangkan energi listrik sebesar 50 MW.

Dampak PLTP dalam Perekonomian Jepang

Terkenal dengan orang-orang jeniusnya, Jepang berhasil mengembangkan teknologi panas bumi sedemikian rupa, sehingga memberikan kontribusi besar untuk negara. 
Baru-baru ini, Jepang menginovasikan sumber energi listrik seukuran peti kemas yang dapat dimanfaatkan oleh sektor hotel penginapan, dan lain-lain. Selain praktis, cara ini juga lebih efisien dan ramah lingkungan. 

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Terbesar di Australia

Australia merupakan negara yang terkenal akan keberhasilannya dalam memanfaatkan energi terbarukan. Menurut Australian National University, Negara Kangguru ini mampu membangun jaringan listrik terbarukan hingga menyentuh angka 100%. 
Meski demikian, ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil belum dapat terlepas begitu saja. Oleh karena itu, pemerintah tetap berusaha untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi. 

Informasi Lengkap PLTP di Australia

Memang, panas bumi belum mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Sebab, negara lebih banyak memanfaatkan energi angin dan tenaga surya. Namun, beberapa peneliti tetap melanjutkan eksplorasi terhadap struktur bumi Australia.
Konon, di dekat pusat negara terdapat granit panas yang mempunyai potensi besar untuk mengembangkan energi panas bumi. Eksplorasipun diperluas hingga ke beberapa negara bagian dengan menerapkan sistem rekahan. 
Jika usaha tersebut memberikan hasil yang positif, tentu negara dapat menyempurnakan prestasi yang sudah ditorehkan. Bukan tidak mungkin, Australia akan menjadi negara yang paling dulu mengurangi dampak emisi gas rumah kaca. 

Contoh PLTP yang Sudah Terpasang di Australia

Meski berjalan secara perlahan, perkembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi terbilang cukup baik. Berikut beberapa proyek PLTP di Australia yang turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuha listrik negara: 
  • PLTP Paralana yang terletak di dekat Tambang Uranium Berverly mampu menghasilkan energi sebesar 30 MW. 
  • PLTP Cooper Basin yang diprediksikan berkapasitas 25 MW.
  • PLTP Penola yang diperkirakan memiliki potensi sumber energi panas bumi sebesar 11000 petajoule. 
Itulah beberapa PLTS yang telah terpasang di Australia. Namun program penambahan PLTPS dalam beberapa tahun ke depan semakin meningkat. Hal ini bertujuan demi meningkatkan hasil energi listrik, yang bersumber dari energi ramah lingkungan.

Dampak PLTP dalam Perekonomian Australia

Sampai saat ini, pemerintah belum dapat memastikan terkait pengaruh penggunaan energi listrik dari panas bumi pada perekonomian negara. Sebab, proyek-proyek tersebut memang belum rampung dan beroperasi. 
Bumi yang semakin tua memang sudah seharusnya untuk dijaga dan dirawat dengan baik, salah satunya dengan pemanfaatan energi panas bumi. Semoga proyek-proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia juga memberikan dampak positif. 

Originally posted 2022-01-04 00:16:00.