Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia, Sumber Utama dalam Menghasilkan Energi Listrik

Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia atau dikenal dengan singkatan PLTU merupakan sebuah pembangkit listrik yang menggunakan uap panas dari proses pembakaran batu bara untuk menggerakan turbin penghasil arus listrik.

Artikel ini akan berusaha menjelaskan ragam informasi seputar Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia, meliputi sejarah, cara kerja, kelebihan, hingga kekurangannya.

Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia

Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia tidak terlepas dari dua fase penting, yaitu masa kolonial (penjajahan) dan masa pasca kemerdekaan. Agar lebih jelas, simak penjabaran berikut ini:

  1. Zaman Penjajahan

Berdasarkan sejarahnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia bermula ketika zaman penjajahan oleh Belanda. Perusahaan listrik pertama didirikan pada tahun 1897 bernama Nederlandche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM) yang berada di bawah naungan perusahaan listrik di Amsterdam.

NIEM inilah yang pertama kali membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia. Didirikan di tepian Sungai Ciliwung, Gambir, Jakarta Pusat. PLTU kedua pada masa penjajahan dibangun di lokasi yang berbeda, yaitu Bandung.

Saat itu, pembangkit listrik tenaga uap panas dipakai untuk keperluan pemancar radio dan membagikan kabar ke luar negeri. Hingga saat ini, kedua PLTU tersebut sudah tidak beroperasi lagi.

  1. Pasca Kemerdekaan

Tepatnya pada rezim Orde Lama yang berada dibawah Presiden Soekarno, dibangunlah PLTU pada tahun 1962 di Priok, Jakarta Utara dengan kapasitas sebesar 25 megawatt.

PLTU dengan bahan bakar batu bara ini kemudian berkembang menjadi pembangkit listrik utama di Indonesia dan juga dunia. Hal ini disebabkan oleh biaya bahan baku yang murah sehingga hampir 60% energi listrik dunia didapatkan dari sumber daya tersebut.

Komponen dan Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia memiliki beberapa komponen dalam menjalankan mekanisme kerjanya. Berikut penjelasan lengkapnya!

  1. Boiler

Boiler adalah memiliki fungsi sebagai sebuah alat konversi air menjadi uap panas yang digunakan untuk memutar turbin. Uap panas yang dimaksud adalah superheated steam atau uap dengan panas yang mencapai titik didih tertentu (sangat panas). Dalam proses inilah terbentuknya energi panas.

Energi panas itu muncul karena terjadinya proses pembakaran batu bara bersamaan dengan bahan lainnya seperti batu kapur sebagai penangkap gas belerang dioksida, oil fuel untuk mempermudah proses pembakaran awal, dan pasir sebagai penghantar panas.

  1. Turbin

Energi panas yang dihasilkan dari boiler kemudian diarahkan untuk memutar turbin, yaitu mengubah energi panas menjadi energi mekanik. Turbin ini juga dihubungkan dengan generator dan alat bantu lainnya.

Dalam proses ini, energi uap sedang diubah menjadi gerak, di mana uap air panas itu akan mendorong baling-baling turbin hingga berputar secara cepat.

  1. Kondesor

Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasikan sisa uap yang dipakai untuk memutar turbin dan mengubahnya menjadi zat cair lalu menyimpannya ke dalam hotwell yang terletak di bagian bawah kondensor.

  1. Generator

Terakhir, generator inilah yang bertugas dalam mengubah energi mekanik dari putaran turbin menjadi energi listrik. Setelahnya, energi listrik yang dihasilkan akan diarahkan pada instalasi listrik dan menyalurkannya ke para pelanggan.

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia sebagai penghasil listrik utama memiliki dua kelebihan utama, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kematangan Teknologi

Kelebihan yang dimiliki oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia adalah teknologinya yang sudah matang, mengingat dari sejarahnya yang sudah cukup lama.

  1. Bahan Bakar Murah

Biaya bahan bakar yang digunakan juga cenderung rendah karena bahan batu bara masih mudah untuk ditemukan di Indonesia. Hal ini juga didukung oleh tingginya persediaan batu bara secara global sehingga menjadikan harga batu bara tergolong terjangkau.

Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia

  1. Biaya Awal yang Tinggi

Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia tidaklah murah karena membutuhkan biaya investasi yang sangat tinggi untuk permulaannya.

Selain dibutuhkan tempat dan lokasi yang mendukung, membangun konstruksi dan fasilitas penunjangnya juga butuh biaya lebih.

  1. Merusak Lingkungan

Proses pembakaran batu bara dalam menciptakan uap panas ini sangat tidak ramah lingkungan. Emisi karbon yang dihasilkan cenderung tinggi, mencemarkan ekosistem udara, dan semakin mendorong terjadinya perubahan iklim ekstrim karena menipisnya lapisan ozon bumi.

Terlebih lagi, penggunaan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya justru mendorong produknya yang lebih masif dan menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia merupakan yang tertua menurut kronologi atau sejarahnya. Tidak heran jika teknologi PLTU jauh lebih matang dan berkembang pesat di Indonesia.

Meskipun telah membantu kehidupan manusia dalam menyuplai energi listrik terbesar di dunia, kita tetap tidak boleh menutup mata atas emisi karbon berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara dari PLTU tersebut.

Originally posted 2023-04-18 14:57:41.