Perubahan Energi Yang Terjadi Pada Baterai Yang Menyalakan Senter Adalah Peristiwa Kimia Yang Menghasilkan Listrik dan Menghasilkan Cahaya Terang

Senter merupakan suatu peralatan elektronik yang banyak digunakan pada saat pengguna berada dalam tempat gelap tanpa ada cahaya lampu. Senter terjadi karena adanya baterai yang menjadi sumber energinya. Lalu apa itu baterai dan apa yang dimaksud dengan energi hingga menghasilkan cahaya.

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah peristiwa yang berawal dari reaksi kimia yang menghasilkan listrik dan menggantikan gelap dengan terangnya senter.

Pengertian Energi

Energi merupakan suatu istilah yang sangat erat kaitannya dengan ilmu fisika. Bila merujuk ke fisika energi adalah satuan yang ada pada kapasitas untuk bisa mengerjakan suatu usaha atau pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Sifat dari energi adalah bisa diubah dan tidak bisa hilangkan atau dibasmi. Keberadaan energi dapat berpindah-pindah dengan penggunaan suatu interaksi. Walaupun demikian energi bisa dibuat dan juga bisa dihancurkan.

Baca juga: Harga Baterai Mobil Listrik Cukup Fantastis, Ini Faktanya

Dalam fisika energi memakai Satuan Internasional Joule dalam persamaannya. Persamaan dari energi pada fisika adalah J=kg m2/s2. Perubahan energi juga terjadi pada baterai untuk menyalakan senter, dimana perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah peristiwa yang melibatkan tiga tahapan proses yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Energi terdiri atas dua bentuk yaitu energi kinetik dan energi potensial. Kedua bentuk energi ini jelas sangat berbeda. Energi kinetik adalah energi yang terdiri dan terbentuk oleh keadaan radiasi, gerak, suara, panas dan juga karena keterlibatan listrik di dalamnya. Contoh energi ini dapat berupa sinar x, dan energi yang didapatkan dari panas bumi.

Sementara itu untuk energi kedua adalah energi potensial dan energi ini tersusun atas energi kimia, nuklir dan juga melibatkan mekanik. Contoh dari energi ini adalah dapat berupa baterai, gas, minyak bumi dan beberapa lainnya.

Apa itu Baterai

Usai mengetahui apa peran energi dalam pembahasan perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah peristiwa yang melibatkan tiga proses, langkah berikutnya adalah pembahasan mengenai apa itu baterai.

Baterai adalah sebuah peralatan listrik dan juga dapat dikatakan sebagai sebuah alat kimia. Bagaimana tidak terbentuknya baterai adalah dengan melalui dua proses tersebut. Alat ini dapat berfungsi sebagai media penyimpan energi listrik.

Ada banyak jenis baterai yang digunakan baik penggunaanya dalam PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), penggunaan baterai untuk dapat menghidupkan jam, penggunaan baterai untuk menghidupkan TV melalui bantuan remote hingga penggunaan baterai untuk dapat menghasilkan cahaya melalui penggunaan senter.

Baterai dapat berfungsi sebagai peralatan yang bisa menghantarkan listrik menuju suatu benda. Fungsi ini juga berlaku pada perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah suatu peristiwa kimia, listrik dan cahaya.

Pada kenyataannya baterai adalah suatu alat listrik yang memiliki tegangan DC atau searah. Alat ini akan bekerja dengan melakukan perubahan energi kimia menjadi listrik. Isi yang ada di dalam baterai adalah bahan kimia.

Baca juga: Jelaskan Kelebihan Dan Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Yang Dikatakan Sebagai Solusi Energi Alternatif

Pengubahan energi kimia menjadi listrik dihasilkan melalui suatu reaksi yang bernama reaksi elektrokimia atau redoks (reduksi – oksidasi). Prinsip kerja ini juga berlaku dalam perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah suatu peristiwa kimia, listrik dan cahaya.

Perubahan Energi yang Terjadi pada Baterai yang Menyalakan Senter adalah Peristiwa Kimia Listrik dan Cahaya

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai peristiwa yang terjadi pada senter agar bisa menghasilkan listrik mulai dari peristiwa yang ada pada baterai, kemudian peristiwa pada listrik yang dihasilkan hingga pada akhirnya bisa menghasilkan cahaya melalui senter tersebut.

Berikut ini merupakan penjelasan tiga energi yang terjadi pada senter, mulai dari energi kimia pada baterai, energi listrik pada senter, dan energi cahaya yang dihasilkan.

Energi Kimia pada Baterai

Keberadaan baterai sebagai alat elektro dan kimia ternyata merupakan suatu elemen kering dan terdiri atas beberapa sel penyusun yang disebut sel elektrokimia. Baterai tersusun atas dua komponen utama di dalamnya. Komponen utama tersebut adalah elektroda dan juga elektrolit.

Selain itu cirri-ciri baterai juga bisa ditandai dengan adanya tanda + dan – pada kedua ujung atau di kedua kutub pada baterai. Kedua kutub tersebut menandakan posisi kutub negatif dan juga kutub positif pada baterai.

Hal ini juga berlaku dalam perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah peristiwa kimia dimana peristiwa kimia disini adalah  dengan adanya reaksi kimia secara spontan pada baterai yang kemudian akan menghasilkan energi listrik untuk bisa menghidupkan senter.

Energi Listrik yang Ada pada Senter

Selain menghasilkan reaksi kimia, perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah peristiwa listrik. Energi listrik juga dihasilkan oleh baterai dimana proses tersebut akan didapatkan dari adanya perpindahan elektron dari katoda menuju ke anoda pada baterai.

Perpindahan tersebut bisa terjadi karena adanya media konduktor yang terlibat. Perubahan energi kimia menjadi listrik ini juga akan mengalirkan arus listrik  apabila elektron yang ada pada baterai di kutub negatif  akan berpindah menuju ke kutub yang berbeda, dalam hal ini adalah kutub positif.

Melalui peristiwa tersebut dan dengan menggunakan alat bernama senter, konversi energi kimia menjadi listrik akan dengan mudah dilakukan dan secara langsung akan menghasilkan cahaya yang dipancarkan oleh senter tersebut.

Cahaya yang Dihasilkan

Perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah menghasilkan energi cahaya. Ini adalah tahapan ataupun fase terakhir dari perubahan energi kimia yang ada pada baterai melalui alat bernama senter.

Setelah melalui dua fase sebelumnya dimana pada fase pertama akan terjadi reaksi awal atau reaksi kimia yang selanjutnya pada  tahap kedua melalui reaksi kimia tersebut akan menghasilkan energi listrik. Pada tahap ini energi listrik yang dihasilkan dari reaksi kimia pada proses awal akan digunakan sebagai media utama menghidupkan senter agar bercahaya dan bisa digunakan.

Proses perubahan energi kimia menjadi listrik dan menghasilkan cahaya ini dijalankan dengan adanya arus yang disebabkan oleh reaksi kimia yang ada pada media baterai. Arus tersebut akan berperan sebagai energi listrik yang akan mengalir dan akan merubah filamen pada lampu senter menjadi panas.

Filament yang panas tersebut selanjutnya akan semakin panas seiring berjalannya waktu. Dari proses perubahan energi yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah salah satu peristiwa terbentuknya cahaya pada senter dari proses adanya arus yang menyebabkan filamen menjadi panas sebelumnya.

Pada peristiwa dan keadaan tersebut senter akan menyala dengan baik karena adanya arus yang didapatkan dari baterai. Namun bila baterai telah kehabisan energi listrik maka secara otomatis lampu senter akan padam sendirinya.

Demikianlah penjelasan mengenai perubahan energi kimia yang terjadi pada baterai yang menyalakan senter adalah peristiwa yang berawal dari peristiwa kimia, listrik dan berujung pada hadirnya cahaya dari senter.

Originally posted 2023-03-23 15:31:40.