Beginilah Proses Penyaluran Energi Listrik Yang Perlu Diperhatikan

Proses penyaluran energi listrik menjadi salah satu proses yang dimulai dari pembangkitan listrik hingga sampai pada pemakaian konsumen. Istilah kata saat ini; di jaman yang modern, manusia akan membutuhkan listrik, bahkan mereka tidak ingin dipisahkan dengan energi listrik.

Bisa dibilang kalau energi listrik sudah menjadi sumber daya manusia yang disalurkan dalam bentuk kabel ataupun penghantar lainnya. Penghasilan listrik ini bisa berasal dari beberapa macam hal, yakni minyak bumi, panas bumi, batubara dan juga gas.

Akan tetapi dalam pemakaiannya, lingkungan dapat dicemari hingga tak dapat diperbaharui secara langsung. Maka dari itu, sangat penting untuk menggantinya dengan adanya sumber energi yang alternatif bersih, bebas polusi, bisa diperbaharui dan tentunya harus aman.

Bagaimana Proses Penyaluran Energi Listrik?

Pada saat energi listrik telah dihasilkan generator yang mana digerakkan langsung dari batu bara atau panas bumi, tegangan listrik akan diatur sehingga dapat disalurkan pada orang-orang yang membutuhkan dengan aman.

Baca juga: Mengapa Biogas Ramah Lingkungan Dan Baik Digunakan Sebagai Solusi Energi Alternatif?

Hampir setiap kegiatan manusia akan berkaitan dengan penggunaan energi listrik. Tapi agar energi listrik ini bisa dimanfaatkan dengan baik, maka listriknya juga harus melewati setiap rangkaian proses yang sangat penting.

Lantas bagaimana proses penyaluran energi listrik? Untuk proses penyaluran dari energi listrik sampai pada halaman-halaman manusia tertentu. Dimana membutuhkan proses yang melalui pembangkit listrik hingga sampai pada gardu distribusi. Untuk pembahasan lebih lanjut, bisa lihat dibawah ini.

1. Pembangkit Listrik

Proses penyaluran energi listrik yang baik dan benar harus dimulai terlebih dahulu dari pembangkit energi listrik itu sendiri. Pembangkit listrik yang sumbernya berasal langsung dari matahari, gas, panas bumi, air hingga batu bara, biasanya akan menghasilkan listrik yang disebabkan karena menggerakkan generator.

Listrik yang sudah dihasilkan akibat menggerakkan generator tersebut, seringkali akan mendapatkan tegangan yang bisa mencapai kisaran 24 kV atau kilovolt.

Perlu diperhatikan kalau turbin serta generator inilah yang menjadi salah satu komponen terpenting dalam jenis-jenis pembangkit listrik, baik itu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) ataupun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

2. Transformator Set-up

Listrik yang sudah di dapat dari pembangkit listrik tadi, tegangannya akan dinaikkan pada trafo atau biasanya disebut dengan transformator set-up. Hal yang seperti ini dilakukan karena dapat mengurangi resiko kehilangan atas energi yang ada pada saat proses perpindahan energi dengan jarak yang jauh.

Hasil energi listrik dari pembangkitan energi listrik itu sendiri, awalnya hanya kisaran 6 hingga 26 kilovolt, lalu akan meningkat hingga menjadi sekitaran 70 atau 150 kilovolt.

Hal yang seperti ini perlu dilakukan sehingga listrik yang didapat lebih merata dan tak terlalu tinggi. Dengan begitu perpindahannya akan menjadi lebih efisien dan efektif.

Baca juga: Kenali Beberapa Contoh Energi Panas Bumi yang Sering Dimanfaatkan Berikut Ini

3. Gardu Transmisi

Selanjutnya, untuk proses penyaluran energi listrik akan berada dalam gardu transmisi. Ini adalah gardu penghantar untuk energi listrik yang akan terdiri atas SUTT, SUTR dan SUTET. Gardu transmisi ini akan membawa saluran yang berupa udara untuk menyalurkan listriknya pada gardu penghantar.

Listrik yang bertegangan tinggi seperti ini biasanya disalurkan ke berbagai macam kota yang ada. Bahkan, gardu tersebut juga akan membawa listriknya dengan jarak kurang lebih 60 sampai 250 kilometer. Yang mana ini sudah dipastikan akan melewati pegunungan, kehutanan, sungai hingga dataran yang terbilang luas.

4. Transformator Step-down

Proses penyaluran energi listrik yang selanjutnya adalah transformator step-down. Secara umum, energi yang telah di bawah dengan jaraknya yang cukup jauh, dimana tegangannya akan diturunkan hingga bisa masuk ke dalam sistem distribusi.

Maka dari itu, transformator step-down menjadi salah satu trafo untuk menurunkan tegangan energi listrik. Seringkali energi listrik yang terbilang besar akan diturunkan ke energi listrik menengah, atau energi listrik yang berkisaran 20 kilovolt.

5. Gardu Distribusi

Energi listrik di dalam trafo penurunan atau transformator step-down tadi akan disalurkan langsung pada gardu induk atau biasanya disebut dengan gardu distribusi. Yang mana energi listrik akan dialirkan ke berbagai macam tempat perindustrian hingga sampai pada perumahan warga masyarakat yang ada.

Tegangan listrik biasanya akan tetap diturunkan hingga menjadi 220 kilovolt. Tentu saja tegangan listrik yang seperti ini mampu menerangi setiap fasilitas umum. Bukan hanya itu saja, ini juga dapat memberikan pencahayaan terhadap perumahan penduduk dan jalan-jalan tertentu.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Energi Gelombang Laut yang Sering Kita Manfaatkan?

6. Konsumen

Merupakan penggunaan jasa dari energi listrik. Yang mana konsumen itu sendiri terbagi atas beberapa bagian, dimana ini hanya bergantung dari penggunaan energi listriknya.

  • Konsumen biasa – dimana mereka yang berada dalam satu rumah ataupun perkantoran yang akan membutuhkan energi listrik rendah atau TR (Tegangan Rendah).
  • Konsumen menengah – dimana mereka yang menggunakannya untuk kebutuhan hotel, mall ataupun industri yang memang membutuhkan energi listrik menengah atau TM (Tegangan Menengah).

Dengan demikian pembahasan kita yang mengenai dengan proses penyaluran energi listrik. Setiap proses yang ada di atas akan membentuk sumber energi listrik yang akan dibutuhkan hingga digunakan oleh manusia yang membutuhkannya. Semoga bermanfaat ya pembahasan kali ini, terimakasih..

Originally posted 2023-04-25 05:32:15.