Sebutkan Beberapa Komponen dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya!

Kali ini, mari kita sebutkan beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya yang sangat krusial dalam pengoperasiannya.

Dalam menjalankan pembangkit listrik tenaga surya, tentunya dibutuhkan komponen-komponen pendukung yang dapat membantu proses perubahan energi matahari menjadi energi listrik. Simak penjelasan berikut!

Sebutkan Beberapa Komponen dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pertama-tama, demi memenuhi misi utama dalam artikel ini, yakni sebutkan beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya, maka berikut adalah komponen-komponennya:

  1. Panel Surya

Panel surya adalah komponen inti yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik melalui efek fotovoltaik. Oleh karenanya, panel surya juga disebut sebagai modul fotovoltaik.

Panel surya terdiri dari sel-sel yang terbuat dari bahan semikonduktor, seperti silikon, yang menangkap foton-foton sinar matahari dan menghasilkan arus listrik searah (DC).

Panel surya dianggap sebagai teknologi berkelanjutan dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara dalam menghasilkan energi listrik.

  1. Inverter

Inverter adalah komponen penting dalam sistem pembangkit listrik tenaga surya yang bertugas mengubah arus searah (DC) yang dihasilkan oleh panel surya menjadi arus bolak-balik (AC) yang dapat digunakan untuk menggerakkan perangkat listrik.

Saat hendak sebutkan beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya, maka komponen bernama inverter inilah yang berperan sebagai penghubung antara panel surya dengan instalasi listrik antar rumah.

Inverter bekerja dengan cara mengubah arus DC yang masuk menjadi sinyal AC yang sesuai dengan standar frekuensi dan tegangan listrik yang digunakan di dalam rumah tangga.

Inverter juga memiliki fitur lainnya seperti pemantauan kinerja, perlindungan terhadap lonjakan tegangan, dan mekanisme pemutusan jika terjadi masalah pada sistem.

Dengan adanya inverter, energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat digunakan secara efisien dan kompatibel dengan kebutuhan listrik yang beragam dalam rumah tangga atau sistem lainnya.

  1. Baterai

Digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh panel surya, sehingga dapat digunakan saat sinar matahari tidak tersedia, seperti pada malam hari.

Baterai menyimpan energi yang dihasilkan oleh panel surya dan menyediakan sumber daya listrik saat sinar matahari tidak tersedia, seperti pada malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk.

Baterai yang umum digunakan dalam PLTS adalah baterai aki (lead-acid) atau baterai lithium-ion yang memiliki kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan daya dan waktu penyimpanan energi yang diinginkan.

  1. Kabel dan Penghubung

Kabel dan penghubung ini berfungsi untuk menghubungkan semua komponen dalam sistem PLTS, mulai dari panel surya, inverter, baterai, hingga beban listrik yang akan diberi daya.

Kabel yang digunakan harus memiliki kemampuan yang memadai untuk menyalurkan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya dan diperlukan untuk menghubungkan berbagai komponen. Di antaranya harus memiliki konduktivitas yang baik dan tahan terhadap panas dan cuaca ekstrem.

  1. Meter Listrik

Meter listrik digunakan untuk memantau produksi energi listrik dari pembangkit tenaga surya dan mengukur konsumsi energi.

Meter listrik juga dikenal sebagai kWh meter atau meteran listrik dan umumnya terletak di titik masuk utama dari sumber listrik, seperti meteran yang terpasang di dinding luar rumah.

Meter listrik bekerja dengan mengukur jumlah arus listrik yang mengalir melalui kabel pengukuran yang terhubung ke sistem listrik dengan menggunakan prinsip elektromagnetisme.

Baca juga: 6 Alat Ukur Energi Listrik, Lengkap dengan Cara Kerja dan Kisaran Harganya!

  1. Pelacak Matahari

Penjelasan mengenai sebutkan beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya sebelumnya mungkin lebih berfokus pada proses perubahan energi surya menjadi energi listrik itu sendiri.

Namun, komponen kali ini berkaitan dengan komponen pendukungnya, yaitu pelacak matahari. Pelacak matahari atau surya ini berfungsi untuk mengarahkan panel surya agar selalu terkena sinar matahari secara optimal dan meningkatkan efisiensi pengumpulan energi.

Pelacak matahari biasanya terdiri dari sensor yang mendeteksi posisi matahari dan motor yang menggerakkan panel surya untuk mengikuti pergerakan matahari sepanjang hari.

Sensor mengukur posisi dan intensitas sinar matahari, lalu memberikan sinyal ke motor untuk menggerakkan panel surya agar selalu menghadap ke arah sinar matahari secara langsung.

  1. Struktur Montase

Tidak cukup hanya dengan sebutkan beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya saja, kali ini ada komponen penting yang tidak boleh terlupakan, yaitu struktur montase.

Struktur montase digunakan untuk memasang panel surya di lokasi yang sesuai, seperti atap rumah, tanah, atau konstruksi bangunan lainnya.

Struktur montase ini adalah semacam rangkaian atau kerangka montase untuk memasang dan mendukung panel surya dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Fungsinya adalah untuk memberikan fondasi dan stabilitas yang diperlukan agar panel surya dapat dipasang dengan aman dan efisien di lokasi yang diinginkan.

Baca juga: Perubahan Energi yang Terjadi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air Adalah?

Setelah sebutkan beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya, mulai dari komponen inti atau utama hingga pendukungnya, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh komponennya saling berkaitan satu sama lain dalam menyokong sistem pembangkit dengan tenaga surya.

Originally posted 2023-06-27 15:30:45.